Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada! Penyakit Cacingan Ternyata Jadi Masalah Kesehatan di Indonesia

I
Ilustrasi Penyakit Cacingan
Ilustrasi Penyakit Cacingan

JP RADAR NGANJUK-Bagi sebagian orang, penyakit cacingan mungkin terdengar kuno dan identik dengan anak-anak di desa. Padahal faktanya, hingga hari ini cacingan masih jadi masalah kesehatan serius di Indonesia, bahkan diam-diam bisa memengaruhi kualitas hidup jutaan orang.


Advertisement

Cacingan Bukan Sekadar Perut Buncit

Cacingan disebabkan oleh parasit yang bersarang di usus manusia, seperti cacing gelang, cacing cambuk, cacing kremi, hingga cacing tambang (Kementerian Kesehatan RI, 2021).

Jangan remehkan infeksi cacing bisa membuat tubuh lemas, perut buncit, nafsu makan hilang, hingga anemia karena cacing “menghisap” nutrisi dari tubuh inangnya. Lebih parah lagi, jika dibiarkan, infeksi cacing dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan menurunkan konsentrasi belajar.

Advertisement

Itu artinya, cacingan bukan hanya soal kesehatan, tapi juga bisa berdampak pada masa depan generasi muda.

Masih Jadi PR Besar di Indonesia

Menurut WHO (2020), penyakit akibat cacing usus termasuk Soil-Transmitted Helminthiasis (STH) masih banyak ditemukan di negara tropis, termasuk Indonesia. Lingkungan yang lembap, sanitasi buruk, serta kebiasaan tidak menjaga kebersihan diri membuat jutaan anak usia sekolah tetap rentan terinfeksi.

Advertisement

Itulah alasan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan rutin mengadakan program pemberian obat cacing massal setiap enam bulan sekali untuk anak sekolah (Kemenkes RI, 2022). Program ini bukan tanpa alasan upaya tersebut terbukti menurunkan angka kejadian cacingan sekaligus memperbaiki status gizi anak.

Kenapa Masih Terjadi?

Banyak orang menganggap cacingan bukan penyakit serius, sehingga sering diabaikan. Padahal, cacing bisa masuk ke tubuh dengan sangat mudah, misalnya lewat:

  • Makanan atau minuman yang terkontaminasi
  • Tanah atau lingkungan yang kotor
  • Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan
  • Tidak menggunakan alas kaki saat bermain

Kebiasaan kecil yang dianggap sepele inilah yang membuat kasus cacingan terus ada, meski sudah ada program pencegahan.

Pencegahan: Sesederhana Cuci Tangan

Berita baiknya, mencegah cacingan sebenarnya tidak rumit. Kuncinya adalah perilaku hidup bersih:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air.
  • Selalu gunakan alas kaki saat keluar rumah.
  • Pastikan makanan dimasak hingga matang.
  • Minum obat cacing rutin setiap 6 bulan, sesuai anjuran pemerintah atau dokter.

Langkah sederhana ini bisa melindungi keluarga dari “tamu tak diundang” di dalam perut.

Fun Fact: Cacing bisa tumbuh hingga 35 cm di dalam usus!
Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) bisa tumbuh panjangnya lebih dari 30 cm. Bayangkan, ukurannya hampir sebesar penggaris sekolah! (WHO, 2020)

 

Penulis: Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa Magang UN PGRI Kediri

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar NganjukIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Alasan Aroma Hujan Bikin Nostalgia, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Alasan Aroma Hujan Bikin Nostalgia, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa aroma hujan bisa bikin nostalgia? Ini penjelasan ilmiah tentang geosmin, petrichor, dan hubungan bau dengan ingatan di otak manusia.

Tingkatkan Pelayanan Warga Kota Angi, DPRD Nganjuk Bahas Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah

Tingkatkan Pelayanan Warga Kota Angi, DPRD Nganjuk Bahas Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah

DPRD Kabupaten Nganjuk  menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perkuat Pencegahan Penyakit, Fakultas Kedokteran Unusa Kenalkan Inovasi Herbal dan Edukasi Kesehatan

Perkuat Pencegahan Penyakit, Fakultas Kedokteran Unusa Kenalkan Inovasi Herbal dan Edukasi Kesehatan

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit terus dilakukan melalui kegiatan edukasi kesehatan berbasis promotif dan preventif. Salah s

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer