Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemiskinan Tingkatkan Risiko Tinggi Ibu Hamil

N
Penulis: Novanda Nirwana❯

Kemiskinan menjadi salah satu faktor ibu hamil risti
Kemiskinan menjadi salah satu faktor ibu hamil risti


Advertisement

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–  Kematian ibu hamil dan anak mengancam Kota Angin. Karena hingga Oktober 2025, tercatat 101 ibu hamil risiko tinggi dengan status 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak).  “Kemiskinan menjadi salah satu faktor ibu hamil risti,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk I Ketut Wijadi.

Ikrom-panggilan akrab I Ketut Wijadi memaparkan, selain kemiskinan, faktor sosiokultural, pola asuh dalam keluarga, dan pemahaman terkait kesehatan reproduksi juga mempengaruhi risti. Dampak risiko kehamilan ini berkaitan langsung dengan angka kematian ibu (AKI) di Nganjuk. “Kalau semakin banyak kematian ibu, itu indikasinya semakin buruk. Tahun ini AKI kita 11 kasus,” ungkapnya.

Meskipun tidak semua ibu hamil masuk kategori berisiko, menurut dia setiap kehamilan tetap memiliki potensi risiko. Karena itu pencegahan seharusnya dilakukan sebelum kehamilan terjadi. “Semua ibu hamil punya risiko. Tantangannya bagaimana kami mencegah mereka menjadi berisiko sejak sebelum hamil,” katanya.

Advertisement

Dinkes menekankan pentingnya edukasi untuk catin (calon pengantin) dan pasangan usia subur agar melakukan screening kelayakan hamil. Pemeriksaan awal ini dinilai mampu mendeteksi risiko sejak dini. “Harapannya mereka sadar screening layak hamil biar tidak masuk risiko tinggi. Kalau persiapan sebelum hamil lebih maksimal,” tuturnya.

Upaya pencegahan mulai diarahkan pada remaja putri, terutama terkait kebutuhan gizi dan pencegahan anemia. Kekurangan gizi di usia remaja kerap berdampak pada kondisi kehamilan di masa depan. “Imbauan kami dimulai dari remaja putri. Jangan sampai kekurangan gizi, jangan anemia. Itu pondasi awal supaya saat hamil kondisinya kuat,” jelasnya.

Dinkes menegaskan bahwa tantangan penurunan risiko kehamilan 4T bukan perkara medis semata. Faktor ekonomi, budaya, pengetahuan, dan perilaku masyarakat saling berkaitan. “Diperlukan dukungan lintas sektor mulai keluarga, masyarakat hingga pemerintah desa untuk memperkuat edukasi dan pendampingan ibu hamil,” pungkasnya. (nov/tyo)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar NganjukIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Alasan Aroma Hujan Bikin Nostalgia, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Alasan Aroma Hujan Bikin Nostalgia, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa aroma hujan bisa bikin nostalgia? Ini penjelasan ilmiah tentang geosmin, petrichor, dan hubungan bau dengan ingatan di otak manusia.

Tingkatkan Pelayanan Warga Kota Angi, DPRD Nganjuk Bahas Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah

Tingkatkan Pelayanan Warga Kota Angi, DPRD Nganjuk Bahas Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah

DPRD Kabupaten Nganjuk  menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perkuat Pencegahan Penyakit, Fakultas Kedokteran Unusa Kenalkan Inovasi Herbal dan Edukasi Kesehatan

Perkuat Pencegahan Penyakit, Fakultas Kedokteran Unusa Kenalkan Inovasi Herbal dan Edukasi Kesehatan

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit terus dilakukan melalui kegiatan edukasi kesehatan berbasis promotif dan preventif. Salah s

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer