Naik gunung atau hiking kini makin digemari anak-anak muda. Selain menantang, aktivitas ini juga menyajikan pemandangan alam yang indah dan memanjakan mata. Namun, di balik keseruannya, hiking membutuhkan persiapan matang. Mulai dari stamina tubuh hingga perlengkapan seperti tenda, ransel, sepatu gunung, sleeping bag, matras, raincoat, tongkat tracking, kompor portable, kompas, senter, botol minum, hingga persediaan makanan.
Meski begitu, di lapangan para pendaki kerap menghadapi masalah serius. Misalnya tersesat, hipotermia, kelelahan, hingga kesulitan menentukan arah kiblat untuk salat. Tak jarang juga, pendaki kesulitan menemukan sumber air. Padahal, air bukan hanya penting untuk bertahan hidup, tapi juga dibutuhkan untuk bersuci sebelum melaksanakan ibadah salat.
Lantas bagaimana jika seorang muslim tengah hiking, namun tidak menemukan air untuk bersuci? Atau hanya memiliki air dalam jumlah terbatas yang harus diprioritaskan untuk minum demi menghindari dehidrasi?
Islam Memudahkan, Boleh Tayamum
Dalam Islam, keselamatan jiwa lebih diutamakan. Jika dalam perjalanan tidak ditemukan air, atau air yang ada hanya cukup untuk minum, maka seorang muslim diperbolehkan untuk melakukan tayamum sebagai pengganti wudhu.
Imam Nawawi dalam Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab menjelaskan, “Jika seseorang tidak menemukan air, atau menderita penyakit yang berbahaya bila menggunakan air, atau khawatir keselamatan jiwa dan hartanya, atau tertinggal rombongan jika sibuk mencari air, maka boleh baginya bertayamum.”
Hal serupa ditegaskan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj, bahwa tayamum boleh dilakukan bagi orang yang tidak menemukan air meski sudah berusaha mencarinya, atau bagi yang tidak mampu menggunakannya karena sakit atau khawatir kehilangan nyawa, harta, hingga tertinggal dari rombongan.
Rukhsah untuk Pecinta Alam
Dari pendapat para ulama, jelas bahwa tayamum adalah keringanan (rukhsah) yang diberikan Islam kepada umatnya. Dengan begitu, seorang muslim tetap bisa melaksanakan kewajiban ibadah meski dalam kondisi sulit seperti saat hiking di gunung.
Jadi, untuk para pecinta alam tidak perlu khawatir. Jika mengalami kondisi darurat tidak ada air, atau hanya memiliki air yang harus diprioritaskan untuk minum, maka Islam memberikan jalan keluar melalui tayamum.
Hiking tetap seru, ibadah pun tetap terjaga.
Editor : Jauhar Yohanis