
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mata pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris masih menjadi momok menakutkan bagi siswa. Hal itu terlihat saat Tes Kemampuan Akademik (TKA) kemarin. Banyak siswa yang tidak mampu mengerjakan semua soal dengan baik hingga waktu selesai. Padahal, waktu mengerjakan 30 soal Bahasa Inggris di TKA tahun ini lebih lama 15 menit dibandingkan TKA tahun lalu. “Soalnya panjang-panjang. Jadi, pusing,” ujar Fatwa Husnul, siswa kelas XII SMK Al Busthomi.
Menurut Fatwa, dia tidak yakin bisa menjawab semua soal dengan benar. Namun, demikian, cewek berhijab ini memilih untuk menjawab semuanya. “Semuanya saya isi jawabannya. Tidak tahu benar atau salah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur wilayah Nganjuk M. Ardiyanto mengatakan, berdasarkan laporan peserta TKA, mapel Bahasa Inggris dianggap lebih sulit dibandingkan Bahasa Indonesia. “Tingkat kesulitan soal mata pelajaran Bahasa Inggris lebih tinggi dibanding dengan Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Padahal, dari sisi soal, sebenarnya soal Bahasa Inggris memiliki panjang soal yang sedikit lebih pendek dibandingkan Bahasa Indonesia. Namun, ternyata kondisi tersebut tidak membuat siswa lebih mudah mengerjakan soal.
Hal itu dapat dilihat dari banyaknya siswa yang tidak bisa merampungkan ujian. Meski diberi waktu selama 75 menit, banyak soal yang belum dijawab oleh siswa. “Tercatat beberapa siswa tidak bisa menjawab semua soal,” ujar Ardiyanto.
Kondisi tersebut tentu menjadi catatan bagi Cabdindik Jatim wilayah Nganjuk. Evaluasi akan dilakukan untuk TKA di tahun yang akan datang. Dengan tujuan agar siswa lebih mampu dalam mengerjakan soal.
Sementara itu, ujian yang berlangsung hari ini (28/10) dipastikan akan lebih sulit. Siswa akan mengerjakan mapel matematika. Prediksi Cabdindik Jatim Wilayah Nganjuk, mapel matematika menjadi mapel yang paling sulit bagi siswa. Oleh karena itu, Ardiyanto meminta kepada siswa agar lebih fokus dalam mengerjakan. Dengan harapan nilai yang didapat dapat lebih baik dibandingkan dua mapel sebelumnya. “Semoga siswa mampu meraih nilai terbaik,” tambahnya.
Sementara itu, ketika disinggung soal sarana dan prasarana (Sarpras), Ardiyanto mengatakan tidak ada kendala di hari kedua. Mayoritas server di masing-masing sekolah tidak ada persoalan. Meski demikian, cabdindik masih menaruh perhatian kepada sarpras yang digunakan selama ujian. Karena diketahui sarpras seperti komputer masih akan digunakan hingga minggu depan. “Belum ada catatan merah dalam proses TKA. Terutama, server yang sampai saat ini masih belum menemui kendala,” pungkasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




