NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ratusan orang berebut ikan saat pladu di Bendungan Baduk kemarin. Ini merupakan sejarah. Karena puluhan tahun, pintu air di Bendungan Baduk tidak pernah dibuka total. Sehingga, pladu kemarin menjadi hal yang spesial bagi warga Kota Angin. Sejak pukul 07.00 WIB, warga sudah menunggu di sekitar bendungan. Karena kabarnya, pintu air Bendungan Baduk akan dibuka pukul 08.00 WIB. Namun, petugas baru membuka pintu air atau pembersihan bendungan (flushing) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat pintu air dibuka, warga langsung nyebur ke sungai. Karena dalam sekejap, air di bendungan langsung surut. Ikan-ikan jadi mabuk. Mulai ikan bader, nila, gabus, hingga rengkik pun mabuk. Dengan menggunakan jala, jaring, hingga tangan kosong, anak-anak hingga ibu-ibu berusaha menangkap ikan. “Saya dapat sekitar 15 kilogram ikan mulai bader, nila, gabus, hingga rengkik,” ungkap Nurhadi, 45, warga Kecamatan Sukomoro.
Menurut bapak dua anak ini, pladu di Bendungan Baduk adalah yang pertama kali. Selama puluhan tahun mencari ikan, dia tidak pernah merasakan pladu di Baduk. “Biasanya pladu itu di Sungai Brantas karena Bendungan Wlingi dan Lodoyo dibuka,” ujarnya.
Karena itu, Nurhadi mengaku kemarin, dia dan teman-temannya seperti panen ikan. Ratusan ikan berhasil ditangkapnya dengan mudah. “Ikannya sudah mabuk karena bendungan dibuka,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Subandi. Pria berusia 44 tahun asal Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom ini mengaku senang bisa dapat ikan belasan kilogram. Ikan yang didapatnya mayoritas adalah bader dan nila. “Nanti ikannya untuk lauk di rumah dan sebagian dijual,” ujarnya.
Subandi berharap, pembukaan pintu air di Bendungan Baduk bisa dilaksanakan setiap tahun. Sehingga, warga bisa dengan mudah mencari ikan. “Mudah-mudahan seperti Bendungan Lodoyo yang dibuka setiap tahun. Jadi, pladu di Baduk bisa setiap tahun juga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bodor Genot Pramono mengatakan, pihaknya sengaja membuka pintu air di Bendungan Baduk untuk mengurangi debit air. “Saat ini sedang ada pembangunan embung. Jadi, debit air di Sungai Baduk harus dikurangi,” ujarnya.
Menurut Genot, ada tiga embung yang sedang dibangun di Kabupaten Nganjuk. Ketiga embung tersebut terletak di aliran Sungai Baduk yang merupakan satu aliran dengan Sungai Kolokoso yang berada di Kabupaten Kediri. Agar pembangunan embung lancar maka debit air harus surut. “Selama pembangunan embung itu, pintu air di Bendungan Baduk akan dibuka,” tambahnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk