NGANJUK, JP Radar Nganjuk - BENCANA alam ternyata tidak hanya terjadi di Kecamatan Ngetos. Melainkan juga di Kecamatan Lengkong. Namun bukan longsor, melainkan banjir.
Bahkan banjir yang terjadi pada Senin malam (19/5) itu disebut sebagai banjir terparah sejak beberapa tahun silam.
Dari pantauan koran ini, banjir terjadi di dua desa. Yaitu Desa Balongasem dan Desa Bangle. Dari kedua desa itu, Desa Bangle menjadi yang paling parah. Karena banjir tidak hanya merendam area persawahan. Melainkan hingga merendam beberapa rumah milik warga.
Salah satu korbannya adalah Ahmad Fathoni, 49, warga Desa Bangle, Kecamatan Lengkong. Dia menceritakan, banjir terjadi di rumahnya bermula dari hujan deras pada Senin sore (19/5).
Hujan deras itu berlangsung mulai pukul 15.00 WIB. “Setelah hujan dua jam, air sungai langsung melupa. Di rumah saya langsung kena banjir,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Tentu kejadian itu membuat Ahmad dan beberapa warga lainnya kaget. Karena menurut pengalaman Ahmad, belum ada banjir besar yang terjadi.
“Sebelumnya ya pernah banjir. Tapi jarang sampai masuk rumah. Sedangkan, ini malah sampai setinggi perut orang dewasa,” tambahnya.
Setelah air naik, Ahmad langsung menyelamatkan barang berharga miliknya. Begitu juga dengan warga yang tinggal di lima rumah lain yang lokasinya dekat dengan rumah milik Ahmad.
Beruntung banjir tidak berlangsung lama. Karena sekitar pukul 19.00 WIB, air mulai surut. Air yang sebelumnya masuk ke rumah sudah tidak ada lagi. Lalu pagi kemarin (20/5), air sudah benar-benar surut. Masyarakat sudah bisa beraktivitas secara normal.
Meski demikian, Ahmad dan warga lain masih merasa waswas. Khawatir banjir yang lebih besar dapat kembali terjadi. Terlebih, rumah milik Ahmad dan beberapa warga sekitar lokasinya sangat dekat dengan sungai besar. “Semoga banjir tidak terjadi di sini,” harapnya.
Sementara itu, cuaca buruk diprediksi masih akan berlangsung di Kabupaten Nganjuk selama beberapa hari ke depan. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Sumber Harto.
Dari prediksi BMKG, cuaca buruk masih akan berlangsung hingga 28 Mei mendatang. “Warga diimbau untuk berhati-hati akibat cuaca buruk yang masih akan terjadi,” ujar Harto. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk