JP Radar Nganjuk- Momen menjelang Lebaran seharusnya penuh sukacita, namun sebuah kejadian memilukan baru saja terjadi di jalur utama Nganjuk-Kediri. Pada Jumat (13/3) pagi sekitar pukul 10.30 WIB, sebuah insiden kecelakaan hebat yang melibatkan mobil pribadi dan truk kontainer terjadi di Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Laka lantas yang sering disebut warga sebagai "adu banteng" ini melibatkan mobil Isuzu Panther yang dikemudikan oleh Nurhadi (67), warga asal Trenggalek, dan sebuah truk kontainer bermuatan benang yang datang dari arah berlawanan.
Awalnya, mobil Panther bernopol AG 1139 itu melaju tenang dari arah Kediri. Namun, entah mengapa, saat mendekati lokasi kejadian di Desa Muneng, mobil tiba-tiba melaju terlalu ke kanan hingga memakan jalur lawan.
Nahas, pada saat yang bersamaan muncul truk kontainer besar dari arah Kertosono (Nganjuk). Karena jarak yang sudah terlanjur sangat dekat, tabrakan frontal yang sangat keras tidak dapat dihindari lagi.
Akibat peristiwa itu, Nurhadi, pengemudi Panther, meninggal dunia di lokasi kejadian. Kondisi mobil ringsek parah hingga korban sempat terjepit di dalam kabin.
Sementara korban kritis adalah rekan satu mobil korban, M. Diko Tri Handoko, 29, berhasil dievakuasi namun kini dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan medis intensif.
Saking kerasnya hantaman, sopir truk kontainer kehilangan kendali hingga kendaraannya terperosok masuk ke saluran drainase di pinggir jalan.
Proses evakuasi bangkai kendaraan memakan waktu yang cukup lama. Hal ini sempat memicu kemacetan panjang di jalan utama, mengingat besarnya ukuran truk yang terperosok serta banyaknya warga yang ingin melihat kejadian tersebut.
Penulis adalah Diyas Juni Irwanto - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Editor : rekian