Hari Raya Idul Fitri menjadi hari yang sangat dinanti. Tidak hanya bagi anak-anak yang sering mencari uang Lebaran. Namun juga bagi penjual amplop lebaran. Karena menjelang Idul Fitri, pesanan amplop Lebaran selalu alami peningkatan.
Hari Raya Idul Fitri tinggal menunggu hitungan hari. Jelang hari raya, banyak hal yang harus dipersiapkan oleh masyarakat di Kota Angin. Salah satunya adalah menyiapkan uang baru untuk dibagikan ke anak-anak kecil saat Lebaran.
Baca Juga: Nestapa Warga Kapas: Terpaksa Sahur di Tengah Kepungan Banjir Tanggul Jebol
Nah, ternyata momentum bagi-bagi uang itu juga bisa menjadi ladang cuan bagi sebagian orang. Salah satunya adalah penjual amplop. Terlebih dahulu penjual amplop Lebaran dengan gambar karakter yang saat ini sedang ngetren.
Salah satu penjual amplop Lebaran tersebut adalah Ramona Tiara Valentin. Perempuan yang akrab disapa Mod aitu mengatakan tren amplop karakter terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Dia sudah mulai menjual amplop Lebaran sejak 2022 dan kini memiliki sejumlah pelanggan tetap yang memesan setiap Ramadhan.
Mona menyediakan amplop dalam tiga kategori ukuran. Setiap ukuran dikemas dalam beberapa pilihan motif, mulai dari desain sederhana hingga karakter yang digemari anak-anak. “Biasanya yang paling ramai adalah ukuran besar dan kecil,” ujarnya.
Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Satu pak amplop dijual dengan kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu tergantung ukuran dan motif yang dipilih pembeli.
Baca Juga: Bukan Lampu Ajaib, Tapi 'Aladin' yang Jaga Lalu Lintas Nganjuk 24 Jam Nonstop!
Menurut Mona, tahun ini amplop dengan motif karakter menjadi yang paling banyak dicari. Setiap tahun desain yang dijual selalu berganti mengikuti tren agar pembeli tidak bosan. “Motifnya selalu ganti setiap tahun. Karakter juga selalu ada yang baru,” katanya.
Penjualan dilakukan secara berani melalui aplikasi WhatsApp. Cara tersebut dinilai lebih efektif karena proses transaksi lebih cepat dan memudahkan komunikasi dengan pelanggan. Selain melayani pembelian langsung, Mona juga memiliki sejumlah reseller yang membantu memasarkan produknya.
Baca Juga: Cerita Mbah Karmiati: Meraup Cuan Ribuan Rupiah dari Larisnya Layah Warung Penyetan
“Awalnya cuma satu reseller, sekarang sudah ada delapan. Biasanya mereka beli dalam paket besar,” jelasnya.
Mona menambahkan, pesanan biasanya memuncak menjelang Lebaran. Bahkan beberapa pembeli melakukan pemesanan lebih awal melalui sistem pre-order. Namun bagi pembeli yang memesan mendekati hari raya, mereka harus bersabar menunggu proses pengiriman.
Baca Juga: Tragedi Cinta Terlarang: Kalap karena Cemburu, Kekasih Gelap Tewas di Tangan Pasangan
Meski begitu, dia tetap menyiapkan sebagian stok untuk dijual langsung. Stok tersebut biasanya dibeli tetangga yang membutuhkan amplop secara mendadak atau untuk keperluannya sendiri saat Lebaran.
Jika masih ada sisa stok setelah Lebaran, amplop tersebut tetap bisa dijual pada tahun berikutnya. Namun ada risiko barang menjadi rusak karena penyimpanan. “Kalau amplopnya sampai lecek biasanya saya jual di bawah harga,” ungkapnya.
Editor : rekian