NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf membawa kabar segar terkait jaminan kesehatan saat menyambangi Pendapa Kabupaten Nganjuk, Sabtu (28/2). Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini membeberkan bahwa pemerintah terus memperkuat cakupan Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan agar tepat sasaran.
Dalam keterangannya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa saat ini lebih dari 50 persen penduduk Indonesia telah merasakan manfaat bantuan iuran kesehatan dari pemerintah. Skema pembiayaan ini dilakukan secara gotong royong, baik melalui PBI Pusat yang bersumber dari APBN, maupun PBI Daerah.
"Alokasi nasional untuk PBI ini mencapai 96,8 juta jiwa. Ini angka yang sangat besar untuk memastikan masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak," ujar Gus Ipul di hadapan awak media.
Meski angka cakupan terus meluas, Gus Ipul menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tidak "salah alamat". Kemensos secara rutin melakukan dinamika data, termasuk langkah tegas menonaktifkan kepesertaan bagi warga yang status ekonominya sudah dianggap mampu atau telah meninggal dunia.
Agar proses transisi data ini tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, Kemensos menerapkan masa transisi yang cukup panjang. "Kami membuka masa sanggah dan sosialisasi selama 3 bulan. Ini penting agar data baru benar-benar efektif dan terverifikasi sebelum diberlakukan sepenuhnya," tegas mantan Wakil Gubernur Jatim tersebut.
Dengan adanya masa sanggah ini, masyarakat diharapkan bisa lebih proaktif dalam memastikan status kepesertaannya, sehingga hak-hak jaminan kesehatan bagi warga yang benar-benar membutuhkan tetap terjaga.
Editor : rekian