Nama Nganjuk ternyata punya akar sejarah panjang. Dulu, wilayah ini dikenal dengan nama Anjuk Ladang, sebuah sebutan yang tertulis dalam prasasti kuno dari abad ke-10 Masehi. Tapi, bagaimana ceritanya nama itu bisa berubah jadi Nganjuk?
Anjuk Ladang: Tanah Kemenangan
Nama Anjuk Ladang berasal dari bahasa Jawa Kuno, yang artinya “tanah kemenangan.”
Istilah ini muncul dalam Prasasti Anjuk Ladang (tahun 937 M), yang dikeluarkan oleh Mpu Sindok, raja Kerajaan Medang Mataram.
Rakyat Anjuk Ladang saat itu berjasa membantu pasukan kerajaan menghadapi serangan Sriwijaya.
Baca Juga: Fakta Menarik! Asal Usul Penamaan Bulan Suro dalam Budaya Jawa
Sebagai bentuk penghargaan, wilayah tersebut diberi nama Anjuk Ladang, dan bahkan dibangun candi peringatan yang disebut Candi Lor.
Kenapa Jadi Nganjuk? Ini Alasannya
Perubahan dari Anjuk Ladang ke Nganjuk terjadi karena proses alamiah:
-
Evolusi Bahasa & Tutur Lisan
Kata “Anjuk Ladang” disingkat secara informal oleh masyarakat menjadi Anjuk, lalu seiring waktu berubah pelafalan menjadi Nganjuk. -
Penambahan Fonetik “Ng-”
Dalam kebiasaan bahasa Jawa, awalan “Ng-” kerap muncul saat sebuah kata terlalu pendek atau vokal di awal butuh konsonan penyangga saat diucapkan. -
Penyederhanaan Zaman Kolonial
Pemerintah kolonial Belanda sering menyederhanakan nama-nama tempat demi pencatatan administratif dan peta, sehingga versi pendek seperti Nganjuk menjadi standar. -
Adaptasi Sosial & Budaya
Nama Nganjuk lebih mudah diucapkan dan cepat melekat secara sosial dibanding “Anjuk Ladang,” membuatnya bertahan hingga sekarang.
Dari Candi Lor ke Kabupaten Nganjuk
Kini, Candi Lor yang disebut dalam prasasti masih berdiri di Kecamatan Nganjuk, dan menjadi simbol asal-usul Kabupaten Nganjuk modern. Sejarah ini menjadikan Nganjuk sebagai salah satu daerah penting dalam peradaban Jawa kuno.
Editor : Miko