Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Olahraga Hilangkan Kecanduan Main HP?

K
Penulis: Karen Wibi❯

BERI SOLUSI: Ketua Pertina Nganjuk Ari Susilo Pambudi mengajak siswa rajin berolahraga untuk menghilangkan kecanduan sleep call.
BERI SOLUSI: Ketua Pertina Nganjuk Ari Susilo Pambudi mengajak siswa rajin berolahraga untuk menghilangkan kecanduan sleep call.

Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, TKA, dan SPMB 2026 (5)

Banyak cara untuk mengatasi kecanduan sleep call pada pelajar. Salah satunya adalah dengan mengajak si anak untuk rutin berolahraga. Karena dengan olahraga, tubuh bisa sehat. Bonusnya, bisa meraih prestasi jika berbakat di salah satu cabang olahraga. 


Advertisement

“Sleep call itu karena anak-anak kelebihan energi saat malam hari. Cara untuk mengurangi energi itu ya dengan berolahraga rutin di pagi dan sore hari,” ujar Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Nganjuk Ari Susilo Pambudi.

Di Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan SPMB 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Nganjuk pada 16 Juli lalu, Ari mengatakan, umumnya, anak remaja memiliki energi yang berlimpah.

Advertisement

Jika tidak dihabiskan pada pagi hingga sore hari, maka energi tersebut akan menumpuk pada malam. Nah, saat malam hari itu, anak remaja akan kebingungan untuk mencari kegiatan. Apesnya, banyak anak remaja yang menggunakan kelebihan energi itu untuk video call semalam suntuk hingga mengakibatkan kecanduan.

Oleh karena itu, pria yang juga praktisi kesehatan itu menganjurkan kepada guru dan orang tua untuk memberi aktifitas fisik pada anak. Tujuan utamanya tentu untuk menghabiskan energi si anak. Dengan energi yang sudah terkuras, anak remaja tidak akan jadi kecanduan sleep call. Sebagai bonusnya, tubuh si anak remaja tersebut akan menjadi sehat.

Lalu, bagi yang serius dan berbakat maka bisa meraih prestasi di cabor yang digelutinya.  “Kecanduan sleep call itu hanya penyaluran energi yang salah. Maka dari itu harus ada guru dan orang tua yang mengarahkannya,” tandasnya.

Agar siswa tidak kaget, olahraga yang dilakukan tak harus terlalu berat. Minimal, dalam satu hari, anak-anak remaja hanya perlu meluangkan waktu 30 menit saja. Mulai dari Senin hingga Sabtu. “Yang penting rutin dilakukan,” pungkasnya. (wib/tyo)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar NganjukIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Korban Pembacokan di Nganjuk Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Capai Rp9,5 Juta

Korban Pembacokan di Nganjuk Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Capai Rp9,5 Juta

Korban pembacokan di Nganjuk harus membayar Rp9,5 juta karena kasus kekerasan tidak ditanggung BPJS. BPJS jelaskan mekanisme jaminan berbeda.

Semangat Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk di Hardiknas 2026: Upgrade Skill Guru untuk Bangunkan Siswa ‘Pingsan’

Semangat Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk di Hardiknas 2026: Upgrade Skill Guru untuk Bangunkan Siswa ‘Pingsan’

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto membuat beberapa gebrakan di awal 2026. Setelah menjalin kerja sama dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Nganjuk dengan mengajak warga binaan

Jaring Siswa Berbakat Seni, Disdik Nganjuk Gelar FLS3N

Jaring Siswa Berbakat Seni, Disdik Nganjuk Gelar FLS3N

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk menggelar seleksi untuk Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer