Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pagi Sepi, Pengunjung Ramai Malam Hari

N
Penulis: Novanda Nirwana❯

BANGUNAN BARU: Pasar Wage Baru beroperasi saat malam hari karena awalnya untuk relokasi PKL.
BANGUNAN BARU: Pasar Wage Baru beroperasi saat malam hari karena awalnya untuk relokasi PKL.


Advertisement

PASAR Wage baru dikenal sebagai pusat grosir di Kabupaten Nganjuk. Namun kondisi itu akan berubah ketika malam tiba. Deretan lapak makanan memenuhi area luar pasar, menjadikannya salah satu destinasi kuliner malam yang kian digemari warga Nganjuk.

Salah satu pedagang yang ikut menghidupkan suasana tersebut adalah Diza Estrida Fatma, 26, warga Tulungagung yang kini berdomisili di Wilangan. Dia mulai membuka lapak di Pasar Wage Baru sejak Maret tahun ini dengan membawa konsep yang belum banyak ditemukan di Nganjuk, sego sambel. “Saya tertarik jualan di sini karena di Nganjuk belum ada yang jualan sego sambel. Kebetulan ada tempat di sini, makanya saya jualan di sini,” ungkapnya.

Diza membuka lapaknya mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Menu yang ditawarkan pun cukup variatif. “Ada 13 macam varian. Harganya mulai Rp 10 ribu sampai Rp 22 ribu, tergantung isinya,” jelasnya.

Advertisement

Menurut Diza, pilihan untuk buka malam bukan tanpa alasan. Selain karena sambelan lebih cocok disantap pada malam hari, ia sendiri merupakan pecinta kuliner malam. “Saya juga pecinta kuliner malam, jadi sekalian menyesuaikan selera saya juga,” ujarnya.

Namun, berjualan di area terbuka membuatnya harus menghadapi sejumlah tantangan. Cuaca menjadi salah satu faktor terbesar yang memengaruhi pendapatan.  “Kendalanya mungkin hujan, karena jualan di outdoor. Terus kadang ada komplain makanan cepat dingin, karena jualan di luar kan nasi baru keluar kena angin langsung dingin,” tuturnya.

Meski begitu, antusiasme pembeli cukup tinggi, terutama pada akhir pekan. Namun Diza menyebut keramaian juga dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.  “Kalau weekend ramai. Tapi tergantung juga, kalau akhir bulan ya sepi karena belum gajian,” katanya.

Advertisement

Pembelinya pun tidak hanya berasal dari sekitar kota. Pemasaran lewat media sosial membuat lapaknya dikenal hingga luar Nganjuk. “Pembelinya selain warga Nganjuk juga dari luar kota, karena pemasaran kami dari sosial media,” pungkasnya.

Fenomena kuliner malam di Pasar Wage Baru menjadi warna baru bagi kawasan yang sebelumnya lebih identik sebagai pasar subuh. Kini, kawasan itu memiliki dua wajah, pusat grosiran di dini hari dan pusat kuliner saat malam. (nov/wib)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar NganjukIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

6 Pengendara Ditilang karena Terobos Jalan

6 Pengendara Ditilang karena Terobos Jalan

Rambu larangan yang berdiri tegak di Jalan D.I Panjaitan diacuhkan pengendara sepeda motor.

Harga Ayam di Nganjuk Menggila, Satu Kilogram Tembus Rp 40 Ribu

Harga Ayam di Nganjuk Menggila, Satu Kilogram Tembus Rp 40 Ribu

Kenaikan harga ayam membuat konsumen mulai mengeluhkan bertambahnya pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga. Sebab, ayam menjadi salah satu lauk yang cukup

Telur Ayam di Nganjuk Sempat Anjlok Rp19 Ribu per Kilogram

Telur Ayam di Nganjuk Sempat Anjlok Rp19 Ribu per Kilogram

Harga telur ayam ras di Pasar Wage Nganjuk sempat anjlok hingga Rp19 ribu per kilogram. Kini harga kembali naik menjadi Rp22.500 per kilogram.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer