Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asem-Asem Kuncir di Nganjuk Hanya Sediakan Maksimal 50 Porsi Per Hari

K
Penulis: Karen Wibi❯

MANTAP: Asem-asem Kuncir menjadi menu spesial di Warung Asem-Asem Bu Sri.
MANTAP: Asem-asem Kuncir menjadi menu spesial di Warung Asem-Asem Bu Sri.


Advertisement

KUNJUNGAN pelanggan ke Asem-Asem Kuncir tidak pernah sepi. Setiap harinya selalu ada puluhan hingga ratusan orang yang datang. Sayangnya, tidak semua pelanggan itu bisa merasakan asem-asem. Karena Sri Astutik, pemilik warung, hanya membuat sekitar 50 porsi per harinya.

Itu dilakukan bukan tanpa alasan. Menurut Sri, jumlah tersebut selalu disesuaikan dengan stok kaki dan kepala kambing yang ada di pasar. “Bukan saya tidak mau buat banyak. Tapi, karena adanya cuman segitu,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Pengunjung menikmati sate dan asem-asem sambil melihat keindahan Sungai Kuncir di Kecamatan Ngetos.
Pengunjung menikmati sate dan asem-asem sambil melihat keindahan Sungai Kuncir di Kecamatan Ngetos.

Advertisement

Sri menceritakan, setiap hari, dia selalu pergi ke Pasar Sawahan. Tujuannya adalah untuk mencari kaki dan kepala kambing. Setidaknya, dalam sehari, dirinya bisa mendapat sekitar 30 kilogram (kg) kaki dan kepala kambing. Sekitar 30 kg kaki dan kepala kambing itu yang lalu akan dibuat untuk menjadi asem-asem sebanyak sekitar 50 porsi.

Namun ternyata jumlah pelanggan di tempatnya selalu lebih dari 50 orang. Alhasil banyak orang-orang yang tidak kebagian asem-asem. Sebagai gantinya mereka akan membeli sate atau gule kambing. “Selain asem-asem, di sini juga ada sate dan gule,” tambahnya.

Porsi yang terbatas itu juga yang membuat orang-orang harus berebut asem-asem. Karena satu hingga dua jam setelah asem-asem jadi, puluhan porsi tersebut selalu ludes. “Sudah banyak yang pesan terlebih dahulu. Jadi, meski jam 10 menunya sudah matang, jam 11 kadang sudah habis,” tandasnya.

Advertisement

Lalu mengapa Sri tidak mau menambah porsi asem-asem? Menanggapi pertanyaan itu, Sri mengataka,n tidak mau jika harus mencari bahan kepala kambing dan kaki kambing di luar Pasar Sawahan. Menurutnya kegiatan itu bisa membuat jam bekerjanya berubah. Alhasil, alih-alih menambah porsi masakan, Sri lebih memilih untuk mempertahankan porsi yang sedikit itu. “Kalau harus ke Nganjuk kan ya jauh. Jadi ya seadanya saja,” pungkasnya. (wib/tyo)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar NganjukIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nasi Jagung Prambon Nganjuk, Sarapan Kenyang Hanya Rp 8 Ribu

Nasi Jagung Prambon Nganjuk, Sarapan Kenyang Hanya Rp 8 Ribu

Warung nasi jagung sederhana ini hanya buka pada pagi hari, menjadi andalan sarapan warga setempat maupun pelintas ke Kediri atau Tanjunganom.

Truk Boks Tabrak Motor, Dua Tewas

Truk Boks Tabrak Motor, Dua Tewas

Kecelakaan maut melibatkan truk boks Mitsubishi bernopol B 9036 JZN dan sepeda motor Honda Vario bernopol G 4991 PK terjadi di jalan umum masuk Desa Mungkung,

Rumah Lansia Desa Tanjungkalang Terbakar

Rumah Lansia Desa Tanjungkalang Terbakar

Niat masak berujung petaka. Rumah milik Moh Toyib, 61, warga Dusun/Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot, terbakar pada Rabu malam (14/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer