NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mengapa Bupati Marhaen Djumadi akan melantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada 30 Desember 2025? Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi mengaku sengaja memilih akhir tahun untuk melantik 2.247 PPPK paruh waktu. "Pelantikan itu untuk kado tahun baru PPPK paruh waktu," ujarnya.
Karena itu, Marhaen mengatakan, telah menyelesaikan menandatangani surat keputusan (SK) pengangkatan PPPK paruh waktu. Setelah ditandatangani, artinya proses pelantikan dapat segera dilakukan. Namun, Marhaen tidak mau melantik minggu ini. Karena selain ingin memberi kado, agenda minggu ini ada jeda libur Hari Raya Natal. Marhaen tak ingin menganggu kegiatan perayaan hari raya bagi umat Nasrani tersebut.
Sebagai gantinya, pelantikan akan dilakukan minggu depan. Yaitu tanggal 30. Rencananya pelantikan ribuan PPPK paruh waktu itu akan dilakukan di Pendapa KRT Sosrokoesoemo. “Kalau minggu ini terlalu mepet. Ada hari raya, jadi akhir tahun,” tambahnya.
Marhaen berharap, seluruh calon PPPK paruh waktu untuk bisa bekerja lebih giat lagi. Terutama bagi PPPK paruh waktu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “PPPK paruh waktu harus lebih giat lagi dalam melayani masyarakat,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, BKPSDM Nganjuk mengusulkan tenaga honorer untuk menjadi PPPK paruh waktu. Jumlah total tenaga honorer yang diusulkan sebanyak 2.249 orang. Mereka adalah tenaga honorer yang mengikuti tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di tahun 2024 dan 2025. Namun, ada dua tenaga honorer yang memilih mundur. Sehingga, hanya 2.247 tenaga honorer yang diusulkan mendapat NI PPPK paruh waktu. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi