Novanda Nirwana• Minggu, 24 Agustus 2025 | 12:35 WIB
JAGO TAEKWONDO: Anisa Nur Aditris (paling kanan) meraih medali.
Mengenal Siswi Berprestasi Asal Nganjuk Anisa Nur Aditris
Kabupaten Nganjuk memiliki segudang siswa berprestasi. Salah satunya adalah Anisa Nur Aditris. Siswi kelas XII SMAN 2 Nganjuk itu tak hanya berprestasi di dunia taekwondo. Melainkan juga si dunia olimpiade akademik.
Namanya adalah Anisa Nur Aditris. Remaja perempuan itu adalah siswi SMAN 2 Nganjuk. Meski masih remaja, Anisa sudah memiliki segudang prestasi. Lebih spesialnya lagi, prestasi itu tidak hanya di satu bidang. Melainkan banyak. Mulai dari prestasi akademik hingga non akademik.
Salah satu yang paling mencolok adalah kemampuannya di dunia taekwondo. Namun tentunya prestasi itu tidak diraih Anisa dengan instan. Banyak proses yang harus dilalui oleh perempuan kelahiran Kabupaten Nganjuk itu.
Semua cerita itu bermula ketika Anisa masih kecil. Sejak kecil, dia sempat menekuni karate. Prestasinya hingga tingkat provinsi. Namun, sempat berhenti saat SMP. Begitu masuk SMA, Anisa memilih mencoba taekwondo. “Masuk SMA ingin hal baru, jadi pilih taekwondo,” ujarnya.
Anisa Nur Aditris
Pilihan itu terbukti tepat. Gelar bergengsi diraihnya, mulai dari Juara 1 Poomsae Individu Junior Putri Bela Negara Cup 2025 (Nasional), Juara 1 Poomsae Grup 074 Kejurprov Antar Pelajar & Mahasiswa Jatim 2024, hingga Juara 1 Poomsae Junior Seroja Cup 2025 Tingkat Nasional. Dia juga mengoleksi gelar juara 2 dan 3 di ajang Indonesia Challenge Taekwondo Championship 2025 serta beberapa kejuaraan provinsi dan kabupaten.
Tak cukup sampai di situ, Anisa juga konsisten berprestasi di bidang akademik. Sejak SMP, dia terbiasa ikut olimpiade. Mulai dari mata pelajaran fisika, kimia, matematika, hingga bahasa inggris. Bahkan, pada SEMPOA x Social Science Air-LANGGA Competition 2024 yang digelar BEM UNAIR bersama BMB Airlangga di Gedung Nano dan Kahuripan Hall, Universitas Airlangga, Anisa sukses masuk finalis rayon matematika, fisika, dan bahasa inggris sekaligus. “Kalau olimpiade biasanya latihan bareng guru dan teman-teman,” tutur Anisa.
Dukungan sekolah pun jadi modal besar. Pihak SMAN 2 Nganjuk kerap memberi izin dispensasi dengan cepat dan tak jarang hadir langsung memberi semangat di lokasi lomba.“Respon sekolah juga sangat mendukung,” ungkapnya.
Meski sibuk, Anisa tak kehilangan fokus pada cita-citanya. Ia menargetkan masuk IPDN sebagai pilihan utama. “Kalau lolos IPDN alhamdulillah. Kalau tidak, sertifikat olimpiade bisa jadi penolong untuk masuk PTN,” ujarnya. (nov/wib)