Radar Nganjuk- Kabar wafatnya Ayatollah Imam Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini, pemimpin revolusi Iran, berdampak pada memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pun memberi tanggapan terkait penyelenggaraan Haji 2026. Hingga saat ini, masih berjalan sesuai rencana awal tanpa ada perubahan jadwal.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Melalui keterangan resmi di akun Instagram @kemenhaj.ri. Dahnil menyebut, meski dinamika regional sedang tinggi, pemerintah tetap fokus pada tahapan persiapan haji mendatang.
Baca Juga: Khomeini Wafat, Timur Tengah Memanas! Kemenhaj Imbau Warga Tunda Keberangkatan Umrah
"Persiapan penyelenggaraan Haji 2026 sudah berjalan sesuai rencana. Belum ada perubahan. Kami berharap konflik di sana segera reda agar seluruh persiapan bisa berjalan lancar tanpa hambatan," ungkap Dahnil dalam keterangannya.
Selain membahas nasib haji, Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus bagi warga Nganjuk yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Ketidakpastian jadwal penerbangan akibat situasi regional memang menjadi perhatian serius pemerintah.
Dahnil menegaskan bahwa negara hadir untuk memfasilitasi perlindungan bagi jemaah, mulai dari urusan logistik hingga administrasi. Ia meminta jamaah dan keluarga di rumah untuk tetap tenang.
Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi keterlambatan kepulangan jemaah akibat penutupan ruang udara atau kendala teknis lainnya. Ada beberapa poin krusial yang dijamin oleh Kemenhaj.
Baca Juga: Hoaks Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2025: Taspen dan Komdigi Tegaskan Belum Ada Regulasi Baru
Mulai dari penginapan , maskapai penerbangan wajib menyediakan penginapan bagi jamaah jika terjadi tertundanya jadwal penerbangan. Lalu fasilitas hotel , Kemenhaj memastikan hotel di Arab Saudi tetap memberikan pelayanan perlindungan bagi jamaah Indonesia. Terakhir adalah urusan visa , jika masa berlaku visa jemaah habis akibat tertahan situasi konflik, Kemenhaj akan mendampingi proses perpanjangan secara resmi.
“Kemenhaj siap memfasilitasi dan memastikan maskapai serta pihak hotel memberikan perlindungan. Kami akan terus mendampingi jemaah hingga kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkas Dahnil.
Baca Juga: Bikin Geger ! Warga Batam Temukan Puluhan Ton Bawang di Tepi Jurang
Bagi keluarga jamaah dimanapun berada, diimbau untuk tetap menjalin komunikasi dengan pihak travel (PPIU) masing-masing guna memantau perkembangan jadwal kepulangan secara berkala.
Editor : rekian