JP Radar Nganjuk - Kabar duka datang dari dunia musik Indnesia pada hari ini, Sabtu, 7 Maret 2026. Musisi Vidi Aldiano meninggal dunia di sore hari tepat pada usianya yang menginjak 35 tahun.
Vidi wafat setelah mejalani pengobatan penyakit kanker ginjal yang diidapnya sejak tahun 2019, kanker Vidi berkembang pesat sejak album debutnya "Pelangi di Malam hari". Sejak saat album itu dirilis ia dikenal sebagai salah satu penyanyi pop pria di Indonesia dengan banyak lagu populer yang sering diputar baik melalui radio atau platform streaming nasional.
Lahir dengan nama Oxavia Aldiano pada 29 Maret 1990 di Jakarta, Vidi sudah terbiasa bermain musik sejak ia berusia 3 tahun di bawah bimbingan ibunya yang juga seorang guru piano.
Baca Juga: Kabar Duka Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Begini Riwayat Sakitnya
Ayahnya, Harry Aprianto atau akrab dikenal harry Kiss, juga sangat mendukung karir musik yang dijalani Vidi. Selain fokus di bidang musik, Vidi juga berhasil menyelesaikan studi S1 di Universitas Pelita Harapan dan melanjutkan studi S2 di University of Manchester, Inggris.
Seiring berjalannya waktu, Vidi tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga akif di berbagai bidang lain seperti presenter, juri ajang pencarian bakat, pembawa acara podcast, dan bahkan pembuat konten digital. Vidi dikenal sebagai sosok yang inspiratif, ia pernah terbuka mengenai perjuangan melawan penyakitnya tetapi tetap berkarya di industri musik Indonesia.
Sejak akhir tahun 2019, Vidi didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium tiga, hingga harus menjalani operasi dan rutin melakukan kemoterapi yang sering ia sebut sebagai jadwal "spa day" di media sosialnya agar terlihat lebih positif.
Baca Juga: Kabar Baik Jelang Mudik Proyek Lebaran 2026, Tol Tanpa Henti Lanjut Terus!
Meski pada tahun 2023 sel kankernya dilaporkan kembali menyebar, Vidi memilih untuk tidak diam saja, ia tetap merilis lagu, membuat konten video, dan bahkan masih berkarya melalui podcast bersama Deddy Corbuzier.
Vidi membuktikan bahwa kondisi fisiknya bermasalah dengan penyakit tidak menghentikan usahanya untuk tetap produktif berkarya dan memberikan energi positif kepada orang-orang di sekitarnya
Penulis adalah Ragil Arya Kusuma, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Editor : rekian