JP Radar Nganjuk - Karya-karya Vidi Aldiano bagi banyak orang bukan sekedar musik, tapi juga menjadi bagian dari kenangan masa remaja. Terutama bagi generasi yang tumbuh di akhir tahun 2000-an, karya Vidi sering menjad pengiring berbagai momen, mulai dari perasaan jatuh cinta, mengagumi seseorang, sampai pengalaman patah hati.
Nama Vidi Aldiano mulai dikenal luas pada tahun 2008 ketika ia membawaka kembali lagu "Nuansa Bening" yang sebelumnya dipopulerkan oleh Keenan Nasution. Versi yang dibawakan oleh Vidi mendapat sambutan hangat dari seluruh pendenga dan langsung mengangkat namanya pada industri musik Indonesia.
Setelah itu, popularitasnya terus meningkat. Pada tahun berikutnya, ia merilis beberapa lagu yang cukup sering diputar melalui radio, seperti "Status Palsu" dan "Ccemburu Menguras Hati", lagu-lagu tersebut memiliki nuansa pop ringan dengan lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda pada saat itu.
Karir Vidi semakin naik ketika ia merilis "Gadis Genit" pada tahun 2011. Lagu tersebut ikut memperkuat posisinya sebagai penyanyi pop pria yang cukup populer di Indonesia pada masa itu.
Seiring bertambahnya pengalaman hidup dan usia, tema lagu yang dibawakan oleh Vidi juga mengalami perkembangan. Musiknya tidak lagi hanya bercerita tentang kisah remaja, tetapi juga menyentuh sisi kehidupan yang lebih personal.
Pada tahun 2018, ia merilis "Tak Sejalan", kemudian disusul dengan lagu "Bertahan Lewati Senja" di tahun 2020 dimana lagu ini menceritakan tentang kehidupannya yang menghadapi masa sulit selama menjalani proses pengobatan medisnya.
Selanjutnya pada tahun 2022, Vidi juga merilis lagu berjudul "Dara" yang ia buat khusus untuk istri tercintanya, Sheila Dara. Memutar kembali deretan lagu lagu karya Vidi Aldiano ini adalah salah satu cara terbaik untuk kembali mengenang kembali karya Vidi di industri musik Indonesia.
Penulis adalah Ragil Arya Kusuma, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Editor : rekian