Terletak di antara Gyeongbokgung dan Changdeokgung, desa ini menawarkan pengalaman unik menjelajahi rumah tradisional Korea, atau hanok, yang masih dihuni hingga kini.
Sejarah Bukchon Hanok Village
Pada masa Dinasti Joseon (1392–1897), Bukchon merupakan kawasan permukiman pejabat tinggi dan bangsawan. Namun, pada era kolonial Jepang (1910–1945), terjadi perubahan signifikan.
Pengembang Korea, seperti Jeong Se-gwon, berperan penting dalam mempertahankan dan membangun hanok di Bukchon sebagai upaya untuk melawan dominasi Jepang.
Hanok yang dibangun pada masa ini menggabungkan elemen tradisional dengan fasilitas modern, seperti listrik dan jendela kaca.
Setelah Korea merdeka, Bukchon terus berkembang dan pada tahun 1977, kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan pelestarian budaya untuk melindungi warisan arsitektur tradisionalnya.
Tips Berkunjung
1. Waktu Terbaik
Waktu terbaik berkunjung ke Hanok Village adalah Pagi hari (sekitar pukul 10.00) atau sore hari (setelah pukul 17.00). Ini waktu yang ideal untuk menghindari keramaian dan menikmati suasana tenang.
2. Biaya Masuk
Hanok Village tidak memungut biaya alias gratis. Namun, beberapa rumah hanok yang berfungsi sebagai museum atau galeri mengenakan biaya masuk.
3. Transportasi
Stasiun Anguk (Line 3) adalah stasiun terdekat menuju Hanok Village. Dari stasiun, berjalan kaki sekitar 10 menit menuju Bukchon. Alternatifnya, bisa naik bus nomor 1020, 7025, atau 7212.
4. Etika Berkunjung
Saat ini Bukchon masih dihuni oleh penduduk. Penting untuk menjaga ketenangan dan menghormati privasi mereka. Dilarang mengganggu aktivitas sehari-hari warga setempat.
Memasuki Bukchon Hanok Village kamu akan berkelana menelusuri gang-gang sempit. Jelajahi lorong-lorong sempit yang dipenuhi hanok dengan arsitektur tradisional yang khas.
Selain itu mengunjungi museum dan galeri adalah aktivitas yang tak boleh ketinggalan. Beberapa hanok berfungsi sebagai museum atau galeri seni, seperti Baek In-je House yang menampilkan kehidupan aristokrat Korea.
Jangan lewatkan untuk Menyewa Hanbok. Rasakan pengalaman mengenakan pakaian tradisional Korea dan berfoto di antara hanok. Beberapa penyewaan hanbok menawarkan akses gratis ke istana terdekat.
Jangan lupa juga untuk berwisata kuliner ketika di sini. Cicipi hidangan tradisional Korea di restoran sekitar Bukchon, seperti Samcheongdong Sujebi yang terkenal dengan mie tepungnya.
Oleh-Oleh untuk keluarga di kampung halaman menjadi hal wajib. Temukan suvenir khas Korea di toko-toko sekitar Bukchon, seperti peralatan makan logam khas Korea yang unik.
Bukchon Hanok Village menawarkan pengalaman unik menggabungkan sejarah, budaya, dan kehidupan sehari-hari Korea. Dengan menjaga etika berkunjung, kamu dapat menikmati keindahan arsitektur tradisional dan suasana tenang yang memikat.
Jangan lupa untuk mencicipi kuliner lokal dan membawa pulang oleh-oleh khas sebagai kenang-kenangan. Selamat menjelajah Bukchon!
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah-Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Miko