JP RADAR NGANJUK Di dunia kuliner Indonesia yang semakin dinamis, Chef Devina Hermawan mencuat sebagai sosok inspiratif melalui resep-resep kreatifnya yang mudah diaplikasikan di rumah. Melalui channel YouTube-nya yang diikuti jutaan penggemar, chef berhijab ini berhasil membuktikan bahwa masakan rumahan pun bisa disulap menjadi hidangan istimewa dengan sentuhan teknik yang tepat.
Salah satu inovasi teranyarnya adalah Telur Barendo, kreasi telur yang menyempurnakan teknik memasak telur dengan pendekatan modern. Nama "Barendo" sendiri terinspirasi dari proses memasaknya yang melibatkan penggorengan dan pemanggangan, menghasilkan tekstur unik yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam.
Resep Telur Barendo menampilkan kesederhanaan yang genius. Cukup dengan 3 butir telur, 3 siung bawang merah, ¼ sdt kaldu ayam bubuk, 3 sdt air, dan 3 sdt maizena, kita sudah bisa menciptakan hidangan spesial. Kunci keunikan rasa terletak pada penggunaan maizena yang dicampur air, menciptakan tekstur berpori dan renyah setelah melalui proses penggorengan dan pemanggangan di air fryer.
Yang membedakan kreasi Chef Devina adalah filosofi memasaknya yang mengedepankan "less is more". Dari bahan sederhana seperti telur yang biasanya hanya digoreng biasa, beliau berhasil menciptakan hidangan dengan dimensi rasa dan tekstur yang completely different. Proses dua tahap - menggoreng kemudian memanggang di air fryer - menghilangkan kesan berminyak sekaligus memberikan kerenyahan maksimal.
Untuk penyajian terbaik, Telur Barendo dapat dinikmati dengan nasi putih hangat dan irisan timun segar. Bagi yang menyukai rasa lebih kaya, bisa ditambahkan bumbu rendang sebagai pelengkap. Jika ingin menyimpan, simpan dalam wadah kedap udara dan panaskan kembali di air fryer selama 2-3 menit untuk mengembalikan kerenyahannya.
Keindahan resep ini terletak pada kemudahan eksekusi dan hasil yang memuaskan. Dalam waktu kurang dari 15 menit, kita bisa menyajikan hidangan telur yang berbeda dari biasanya. Telur Barendo tidak hanya sekadar memuaskan selera, tetapi juga membuktikan bahwa kreativitas dalam memasak bisa dimulai dari bahan paling sederhana sekalipun.
Dita Amelia Ningsih
Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi