JP Radar Nganjuk – Debut grup idola campuran terbaru dari agensi THE BLACK LABEL, yang diberi nama ALLDAY Project, tengah menjadi sorotan publik.
Bukan hanya karena keunikan format grup yang menggabungkan anggota pria dan wanita, tetapi juga karena kontroversi yang sudah muncul bahkan sebelum grup ini resmi melangkah ke panggung hiburan.
Salah satu anggota yang terlibat, yakni Tarzzan, saat ini tengah menuai kritik tajam dari warganet akibat dugaan tindakan apropriasi budaya.
Pada Sabtu, 8 Juni 2025, THE BLACK LABEL secara resmi mengumumkan daftar anggota dari ALLDAY Project.
Grup ini langsung mencuri perhatian karena menghadirkan wajah-wajah yang sudah cukup dikenal publik, seperti mantan trainee ILLIT Youngseo, serta talenta pendatang baru Annie Moon, yang telah membangun ekspektasi tinggi dari para penggemar K-pop.
Namun, antusiasme yang semula tinggi ini berubah menjadi kegelisahan ketika publik menyoroti penampilan anggota lain, yakni model Lee Chaewon yang kini menggunakan nama panggung Tarzzan.
Ia dikenal sebelumnya lewat kemunculannya dalam video musik "Supernatural" milik NewJeans, dan telah memiliki basis pengikut yang cukup besar di Instagram.
Kontroversi muncul setelah beredarnya sejumlah foto yang memperlihatkan Tarzzan menggunakan gaya rambut kepang yang dianggap identik dengan budaya kulit hitam atau Black culture.
Dalam salah satu materi promosi resmi ALLDAY Project, Tarzzan kembali tampil dengan model rambut yang sama. Gaya tersebut langsung mengundang reaksi negatif dari berbagai komunitas online.
Banyak netizen yang menilai pilihan tersebut sebagai bentuk ketidaksensitifan terhadap simbol budaya yang memiliki sejarah dan makna mendalam bagi masyarakat tertentu.
“Awalnya saya sangat menantikan grup ini, apalagi karena ada Annie dan Youngseo. Tapi melihat ini bikin saya kecewa dan sulit untuk tetap mendukung mereka,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Beberapa komentar lain bahkan meminta THE BLACK LABEL untuk segera memberikan klarifikasi atau tindakan korektif atas insiden ini, agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi grup yang belum resmi debut.
Kasus ini kembali menyoroti isu lama yang kerap menghantui industri K-pop, yaitu soal pengambilan elemen budaya tanpa pemahaman atau penghormatan yang cukup terhadap makna aslinya.
Di tengah meningkatnya kesadaran global mengenai pentingnya sensitivitas budaya, tindakan seperti ini menjadi sangat mudah memicu kontroversi.
Meskipun begitu pihak THE BLACK LABEL belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.
Sementara itu, debut ALLDAY Project masih dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, namun sorotan publik kini lebih tertuju pada bagaimana agensi menangani kritik yang muncul, dibandingkan dengan karya yang hendak mereka luncurkan.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira