JP Radar Nganjuk - Willie Salim kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah video di akun Instagram-nya yang menunjukkan dirinya memasak 200 kilogram rendang di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang.
Viralnya konten kreator Willie Salim lantaran daging rendang sebanyak 200 kg yang dimasak oleh dirinya untuk konten berbuka bersama warga palembang tersebut hilang tanpa meninggalkan sisa.
Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Willie Salim, daging yang hendak dimasak olehnya tiba tiba hilang pada saat dirinya pamit pergi ke toilet.
Sontak warganet yang melihat konten Willie Salim tersebut langsung menuduh warga Palembang yang mengambil daging hingga ludes.
Namun, beberapa hari setelah viralnya konten Willie Salim tersebut terdapat pengakuan dari salah satu warga lokal yang disebutkan oleh konten kreator Suzannita bahwa hilangnya daging tersebut bukan karena diambil oleh warga setempat.
Menurut keterangan yang diberikan oleh konten kreator Suzannita pada akun tiktok miliknya @suzannita_,
seseorang bernama Hartati Syauqi menjelaskan bahwa hilangnya daging tersebut sebenarnya sudah di setting oleh tim Willie Salim.
Tim Willie Salim mengintruksikan agar warga yang berada pada lokasi pemasakan daging untuk mengambil daging yang sedang dimasak.
Hal ini dilakukan karena jika daging dimasak sampai matang perlu waktu yang sangat lama, bahkan bisa matang sampai sebelum sahur.
Suzannita dalam kontennya juga membagikan pengakuan dari warga yang lain
"Saya ada di lokasi. Willie tidak ke toilet, dia pergi ke mobil untuk makan, tidak dijaga karena cuma ada 1-2 polisi.
Rendang tidak matang-matang harus nunggu 4 jam lagi dan mereka memutuskan setting semuanya," tulis akun Hartati.
Melihat kejadian ini Suzannita juga sangat menyayangkan jika viralnya konten daging hilang ini hanya settingan.
Pasalnya akibat dari kejadian ini warga palembang menjadi bahan cemooh di media sosial.
Banyak warganet yang menganggap warga Palembang rakus, tidak tertib dan bahkan dibandingkan dengan kerumunan Prindavan yang berkonotasi negatif.
Suzannita juga menegaskan bahwa jika informasi yang diberikan oleh Hartati syauqi mengenai konten Willie Salim tentang daging hilang tersebut terbukti settingan.
Maka Willie Salim harus bertanggung jawab atas nama besar Kota Palembang.
Penulis Effa Dessiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira