Jakarta, 3 Mei 2025 – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi pusat perhatian setelah mengunggah sebuah gambar di akun Instagram resminya, @realdonaldtrump, pada Sabtu (3/5/2025) pukul 14:41 WIB.
Dalam gambar tersebut, Trump tampak mengenakan pakaian Paus lengkap dengan mitra (topi khas Paus), jubah putih, dan salib besar sebagai simbol kepausan.
Unggahan yang diketahui merupakan hasil buatan kecerdasan buatan (AI) ini langsung memicu reaksi beragam di kalangan pengguna media sosial.
Gambar tersebut telah mendapatkan lebih dari 37.600 suka dan 2.444 komentar dalam waktu singkat.
Aksi Trump ini terjadi tak lama setelah dunia berduka atas wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025.
Sebelumnya, Trump sempat menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus pada 26 April 2025 bersama Ibu Negara Melania Trump dan sejumlah pemimpin dunia lainnya.
Namun, unggahan terbarunya ini justru menimbulkan kontroversi baru.
Banyak yang mempertanyakan maksud di balik aksi Trump tersebut, terutama karena gambar ini diunggah tanpa keterangan apa pun.
Beberapa pihak menilai tindakan ini sebagai bentuk satire atau candaan khas Trump yang kerap memicu perhatian publik.
Namun, tidak sedikit pula yang menganggapnya sebagai langkah yang tidak sensitif, terutama mengingat konteks duka yang baru saja dialami umat Katolik di seluruh dunia.
Seorang pengguna X mengecam aksi Trump tersebut dengan mengatakan, "Ini sangat tidak sopan dan mencerminkan sifat narsistik."
Sementara itu, pengguna lain menyebut Trump sengaja memancing konflik dengan unggahannya. "Semua orang diajak ribut. Memang Trump ini seperti babi," tulisnya.
Aksi Trump ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan dirinya.
Sebelumnya, ia juga sempat menjadi sorotan karena memilih mengenakan setelan biru tua saat menghadiri pemakaman Paus Fransiskus, padahal protokol Vatikan mensyaratkan setelan hitam.
Kini, unggahan gambar dirinya sebagai Paus kembali memicu perdebatan tentang batasan humor dan penghormatan terhadap simbol agama.
Hingga saat ini, Trump belum memberikan klarifikasi resmi terkait maksud dari unggahan tersebut.
Editor : Elna Malika