Kecelakaan Maut di Purworejo: Truk Rem Blong Tabrak Angkot, 11 Orang Tewas dan Rumah Hancur
Elna Malika• Rabu, 7 Mei 2025 | 23:34 WIB
Kecelakaan Maut di Purworejo: Truk Rem Blong Tabrak Angkot, 11 Orang Tewas dan Rumah Hancur
JP Radar Nganjuk - Purworejo, Jawa Tengah, dikejutkan oleh tragedi maut pada Rabu, 7 Mei 2025, sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah truk bermuatan pasir mengalami kegagalan rem atau rem blong di jalur menurun Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, dan menabrak angkutan kota (angkot) yang membawa rombongan ibu-ibu pengajian.
Akibatnya, 11 orang meninggal dunia, dan sebuah rumah warga hancur tertabrak. Insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Menurut laporan Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, kecelakaan terjadi di jalur yang dikenal sebagai "jalur tengkorak" karena seringnya kecelakaan di lokasi tersebut.
Truk yang melaju dari arah Purworejo menuju Magelang diduga kehilangan kendali akibat rem yang tidak berfungsi.
Truk tersebut menghantam angkot yang mengangkut sekitar 17 penumpang, rombongan ibu-ibu yang hendak bertakziah. Benturan keras membuat angkot ringsek hingga tak berbentuk, dengan seluruh bodi hancur rata dengan tanah.
Tak hanya menabrak angkot, truk juga menghantam sebuah rumah warga hingga rusak parah. Suara dentuman keras terdengar oleh saksi mata, menggambarkan betapa dahsyatnya tabrakan tersebut.
Petugas kepolisian segera mengamankan sopir truk untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara alat berat dikerahkan guna mengevakuasi truk tronton yang masih berada di lokasi kejadian.
Berdasarkan data terbaru, 11 penumpang angkot dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya selamat namun mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Purworejo.
Koordinator Basarnas Borobudur, Basuki, menyebutkan bahwa seluruh korban jiwa merupakan penumpang angkot.
Proses evakuasi berlangsung dengan penuh tantangan karena kondisi angkot yang hancur dan posisi truk yang menyulitkan akses. Petugas khawatir masih ada korban yang belum ditemukan di reruntuhan.
Lokasi kecelakaan, turunan Kalijambe, dikenal sebagai salah satu titik rawan di Purworejo. Warga setempat menyebutnya "jalur tengkorak" karena sering terjadi kecelakaan mematikan, terutama pada kendaraan berat yang gagal mengendalikan laju di jalan menurun.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kegagalan fungsi rem truk menjadi penyebab utama, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan faktor lainnya, seperti kondisi kendaraan atau human error.
Pihak kepolisian telah menetapkan sopir truk sebagai tersangka sementara sambil menunggu hasil investigasi.
Kapolres Andry menegaskan bahwa evakuasi dan pendataan korban menjadi prioritas. Sementara itu, masyarakat Purworejo berduka atas kehilangan nyawa dalam kecelakaan ini.
Banyak warga menyampaikan belasungkawa melalui media sosial, sekaligus meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan berat dan memperbaiki infrastruktur di jalur rawan kecelakaan.
Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya perawatan rutin kendaraan, terutama truk dengan muatan berat yang melintas di jalur menurun.
Pemeriksaan rem dan sistem kendaraan lainnya harus dilakukan secara berkala untuk mencegah kejadian serupa.
Selain itu, perlunya rambu peringatan tambahan dan pengaturan lalu lintas yang lebih ketat di jalur tengkorak menjadi sorotan agar kecelakaan maut tak terulang.
Kecelakaan maut di Purworejo ini menjadi pengingat pahit akan risiko di jalan raya, terutama di jalur-jalur berbahaya.
Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.