Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Paus Leo XIV Resmi Terpilih pada Hari Kedua Konklaf 2025

Elna Malika • Jumat, 9 Mei 2025 | 17:18 WIB
 
Paus Leo XIV Resmi Terpilih pada Hari Kedua Konklaf 2025
Paus Leo XIV Resmi Terpilih pada Hari Kedua Konklaf 2025
 
JP Radar Nganjuk - Pada Kamis, 8 Mei 2025, dunia Katolik menyambut kabar gembira dengan terpilihnya Paus baru, Kardinal Robert Francis Prevost, yang mengambil nama kepausan Paus Leo XIV.
 
Pemilihan ini berlangsung pada hari kedua konklaf di Kapel Sistina, Vatikan, setelah prosesi yang penuh makna spiritual dan tradisi Gereja Katolik.
 
Asap putih yang membumbung dari cerobong Kapel Sistina pada pukul 18.07 waktu setempat menjadi tanda bahwa 133 kardinal elektor dari 70 negara telah mencapai konsensus untuk memilih pemimpin baru bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
 
Konklaf dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025, menyusul wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025. Hari pertama konklaf ditutup tanpa hasil, ditandai dengan asap hitam yang menunjukkan belum adanya kesepakatan.
 
Namun, pada hari kedua, setelah tiga putaran pemungutan suara, Kardinal Prevost berhasil memperoleh minimal 89 suara, memenuhi syarat mayoritas dua pertiga yang diperlukan.
 
 
Pengumuman resmi disampaikan oleh Kardinal Protodeacon Dominique Mamberti dari balkon Basilika Santo Petrus dengan seruan tradisional “Habemus Papam” (Kita memiliki Paus), yang disambut sorak sorai ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus.
 
Paus Leo XIV, yang lahir pada 14 September 1955 di Chicago, Amerika Serikat, menjadi Paus pertama dari Amerika Serikat dalam sejarah 2.000 tahun Gereja Katolik.
 
Sebagai anggota Ordo Santo Agustinus, ia memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan gereja, termasuk sebagai Uskup Chiclayo di Peru (2015–2023) dan Prefek Dikasteri untuk Para Uskup sejak 2023.
 
Kedekatannya dengan visi Paus Fransiskus, terutama dalam isu lingkungan dan inklusivitas, membuatnya dikenal sebagai figur moderat yang mampu menjembatani dialog antara tradisi dan modernitas.
 
Dalam pidato pertamanya, Paus Leo XIV menyapa umat dengan pesan damai, mengutip salam Kristus yang bangkit: “Semoga damai menyertai kalian semua.”
 
Ia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan semangat Paus Fransiskus dalam membangun gereja yang inklusif dan responsif terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, migrasi, dan konflik geopolitik.
 
Penampilan perdananya di balkon Basilika Santo Petrus, mengenakan jubah putih dan merah, menjadi momen bersejarah yang mengundang haru dan harapan baru bagi umat Katolik.
 
 
Konklaf 2025 ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dan paling beragam dalam sejarah, mencerminkan upaya Paus Fransiskus untuk memperluas representasi global dalam Gereja Katolik.
 
Keberhasilan pemilihan Paus Leo XIV dalam waktu relatif singkat juga menunjukkan kesatuan di antara para kardinal, meskipun sebelumnya tidak ada kandidat yang jelas diunggulkan.
 
Nama-nama seperti Kardinal Pietro Parolin dari Italia dan Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina sempat disebut sebagai calon kuat, namun Prevost muncul sebagai pilihan yang mengejutkan sekaligus diterima luas.
 
Terpilihnya Paus Leo XIV tidak hanya menjadi tonggak spiritual, tetapi juga memiliki implikasi geopolitik.
 
Sebagai pemimpin Takhta Suci, yang diakui sebagai entitas berdaulat dengan hubungan diplomatik dengan 184 negara, Paus Leo XIV diharapkan menjadi suara moral dalam isu-isu global.
 
Umat Katolik kini menantikan langkah pertama Paus Leo XIV dalam memimpin gereja menuju masa depan yang penuh dinamika.
 
Editor : Elna Malika
#Paus Leo XIV #Basilika Santo Petrus #hari kedua #Terpilih #Kristus #Salam #balkon #radar nganjuk berita hari ini #inklusif #kardinal #vatikan #gereja katolik #Robert Francis Prevost #Konklaf 2025