Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Geger! Video Ka’bah Diwarnai Simbol LGBT, Netizen Bersatu Teriakkan Ini

Elna Malika • Minggu, 25 Mei 2025 | 01:40 WIB
Video Ka’bah Diwarnai Simbol LGBT
Video Ka’bah Diwarnai Simbol LGBT

JP Radar Nganjuk - Kabar heboh baru-baru ini mengguncang jagat media sosial. Sebuah video hasil editan AI yang menampilkan Ka’bah, situs suci umat Islam, dihiasi simbol-simbol yang diasosiasikan dengan komunitas LGBTQ, viral dan memicu kemarahan.

Dalam video tersebut, terlihat bendera pelangi dan tulisan “queer Tawaf” di sekitar Ka’bah di Masjidil Haram.

Reaksi keras pun bermunculan dari umat Muslim di seluruh dunia, yang menilai video ini sebagai bentuk penghinaan terhadap kesucian tempat ibadah mereka.

Video yang diketahui dibuat oleh akun bernama PixelHelper ini menuai kecaman luas karena dianggap sengaja memprovokasi.

Banyak netizen menyebut tindakan ini sebagai penyalahgunaan teknologi AI untuk melecehkan simbol agama yang dihormati jutaan umat.

Di platform X, ribuan pengguna mengungkapkan kekecewaan mereka, dengan salah satu postingan berbunyi, “Ka’bah bukan mainan untuk sensasi digital. Ini keterlaluan!” Kemarahan ini mencerminkan betapa sensitifnya isu penghormatan terhadap situs suci.

Reaksi netizen tidak hanya berhenti pada kecaman. Banyak yang menyerukan boikot terhadap akun pembuat video tersebut dan mendesak platform media sosial untuk segera menghapus konten ofensif itu.

Tagar seperti #HormatiKa’bah dan #StopPenistaanAgama menjadi trending di X, menunjukkan solidaritas pengguna dalam mengecam tindakan tersebut.

Seorang pengguna menulis, “Jangan biarkan simbol suci kami jadi bahan olok-olok. Tindakan ini harus dihentikan!”

Kontroversi ini juga memunculkan diskusi tentang batasan kebebasan berekspresi. Banyak yang berpendapat bahwa kebebasan berkreasi tidak boleh melanggar nilai-nilai sakral agama tertentu.

Seorang aktivis di X menyatakan, “Kreativitas boleh, tapi jangan sampai menyinggung keyakinan orang lain.

Ka’bah adalah lambang kesucian, bukan alat untuk provokasi.” Pernyataan ini mendapat dukungan luas dari komunitas online.

Insiden ini bukan kali pertama simbol agama menjadi pusat kontroversi. Pada tahun 2024, sebuah grup musik asal Korea Selatan sempat menuai kritik karena menggunakan gambar Ka’bah pada kostum mereka dalam sebuah video musik.

Kejadian tersebut juga memicu seruan serupa untuk menghormati simbol-simbol agama. Kini, kasus video AI ini kembali membuka luka lama, memperkuat tuntutan agar situs suci dihormati.

Pembuat video, PixelHelper, belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi ini. Namun, tekanan dari netizen terus meningkat, dengan banyak yang meminta akun tersebut bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Beberapa pengguna bahkan mengaitkan tindakan ini dengan agenda yang lebih luas untuk melemahkan nilai-nilai keagamaan, meskipun klaim ini masih menjadi perdebatan di kalangan warganet.

Di tengah gegeran ini, muncul pula seruan untuk lebih memperketat regulasi konten di media sosial.

Banyak yang menilai platform seperti X perlu lebih proaktif dalam mencegah penyebaran materi yang berpotensi menyinggung.

Seorang pengguna menulis, “Platform harus punya filter yang lebih ketat. Jangan sampai konten seperti ini lolos begitu saja.” Usulan ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Kontroversi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga sensitivitas budaya dan agama di era digital.

Dengan teknologi yang semakin canggih, seperti AI, tantangan untuk menjaga batas antara kreativitas dan penghormatan semakin nyata.

Netizen berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar semua pihak lebih bijak dalam menggunakan teknologi, demi menjaga harmoni dan saling menghormati antar agama.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar nganjuk berita hari ini #heboh #media sosia #kakbah #video #keagamaan #warganet #lgbt