JP Radar Nganjuk - Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu terisolasi selama lebih dari tiga bulan terakhir. Penyebabnya, pelabuhan utama mengalami pendangkalan sehingga kapal tidak bisa masuk ke dermaga.
Camat Enggano, Susanto, mengatakan bahwa kondisi ini membuat warga kesulitan, terutama para petani.
Hasil pertanian seperti pisang kepok tidak bisa dikirim keluar pulau, bahkan banyak yang akhirnya membusuk.
"Hidup petani di sini hanya bisa bertahan sampai situasi normal kembali.
Kami sudah menunggu cukup lama," ujar Susanto kepada Pro3 RRI, Minggu (22/6/2025).
Baca Juga: Baru Menikah Al dan Alyssa ternyata Mau Ngontrak Dulu, Tolak Rumah dari Ahmad Dhani?
Pendangkalan pelabuhan ini disebabkan pasir yang terbawa ombak ke pintu alur dermaga. Selain itu, tanggul penahan ombak juga diketahui jebol.
Susanto mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Pelindo dan menanti kapal milik Pelni seperti KMP Pulau Telo dan KMP Muhammad Husni Thamrin bisa kembali merapat.
"Kalau kapal itu bisa jalan, hasil bumi bisa kita angkut keluar," katanya.
Akibat keterbatasan daya angkut kapal, banyak hasil tani seperti pisang kepok dibuang ke laut. Harga pisang pun anjlok drastis.
"Biasanya satu tandan pisang kualitas super dihargai Rp60 ribu. Sekarang paling tinggi Rp20 ribu. Itu pun susah dijual," jelas Susanto.
Baca Juga: Ini Bahaya Besar di Balik Truk ODOL, Mulai dari Kecelakaan, Kerusakan, hingga Polusi!
Sementara itu, stok pangan dinilai masih aman untuk dua hingga tiga bulan ke depan.
Tapi aktivitas jual beli merosot tajam, hanya sekitar 20-30 persen dari kondisi normal.
"Ekonomi masyarakat makin terpuruk. Banyak yang menggantungkan hidup dari hasil bumi, dan sekarang semua mandek," tutupnya.
Masyarakat berharap ada langkah cepat dari pemerintah pusat untuk segera menangani pendangkalan pelabuhan agar akses laut kembali terbuka dan perekonomian pulih.
Baca Juga: Threads Uji Fitur Spoiler Alert, Bisa Sembunyikan Konten Film dan Serial!
Editor : Miko