Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Jokowi Diduga Terkena Sindrom Stevens-Johnson (SJS): Apa Gejala, Penyebab, dan Risiko Komplikasinya?

Diana Yunita Sari • Senin, 23 Juni 2025 | 17:05 WIB
Ilustrasi sindrom steven johnsons (foto: asian parents)
Ilustrasi sindrom steven johnsons (foto: asian parents)

Kondisi kesehatan mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi tengah ramai menjadi perbincangan publik. Hal tersebut disebabkan perbedaan penampilan Jokowi terutama di bagian wajah yang muncul ruam-ruam mencolok di kulitnya. 

Banyak masyarakat terutama di media sosial ikut menebak-nebak penyakit apa yang diderita ayah dari Gibran tersebut karena sampai saat ini belum ada keterangan resmi terkait kondisi Jokowi.

Warganet banyak berspekulasi bahwa kondisi yang dialami Jokowi mungkin adalah Sindrom Stevens Johnson (SJS) yaitu penyakit kulit langka yang menyebabkan melepuh, ruam parah, hingga pengelupasan kulit.

Spekulasi tersebut makin menguat saat Jokowi mengadakan acara syukuran ulang tahun ke-64 di kediamannya Solo pada Sabtu (21/6) lalu. Dalam acara tersebut, tampak kondisi kulit Jokowi masih belum membaik. 

Akan tetapi, dugaan tersebut langsung dibantah oleh Kompol Syarif Fitriansyah, Ajudan Jokowi yang mengatakan bahwa Jokowi hanya alergi kulit biasa selepas pulang dari Vatikan beberapa waktu lalu. 

Lalu apa itu Sindrom Stevens-Johnson (SJS)

Simdrom Stevens-Johnson (SJS) adalah gangguan langka yang menyerang kulit dan selaput lendir. Hal ini disebabkan oleh infeksi atau reaksi serius terbadap obat. Di tajun 1922, penyakit ini pertama kali dijelaskan oleh dokter anak Amerika Serikat (AS) Frank Johnson dan Mason Steven. 

Penyakit ini dapat menjangkit siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Akan tetapi cenderung banyak ditemukan pada anak-anak, seseorang usia di bawah 30 tahun, dan lansia. Berdasarkan penelitian dari Cleveland Clinic, SJS lebih banyak menyerang wanita. 

National Health Service (NHS) dan Alodokter menyatakan bahwa SJS banyak dipicu oleh reaksi alergi terhadao obat tertentu seperti obat asam urat, antibiotik, dan obat anti kejang. Selain itu, SJS juga bisa disebabkan oleh infeksi virus seperti HIV, influenza, gondongan, hepatitis, hingga demam kelenjar. 

Sistem kekebalan tubuh yang lemah serta adanya faktoe genetik juga dapat menjadi pemicu penyakit ini. Oleh karena itu, SJS sering dianggap sebagai penyakit autoimun dan perlu penanganan medis dengan segera.

Apa Gejala Sindrom Steven-Johnson?

Awal gejala dari SJS hampir mirip dengan flu biasa seperti demam tinggi, batuk, nyeri temggorokan, mata panas dan perih, sakit kepala, dan tubuh terasa pegal, gejala itu akan semakin berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. 

Usai fase awal, gejala akan semakin serius yang dicirikan dengan munculnya ruam kemerahan di kulit dan penyebarannya sangat cepat, pelepuhan kukit pada bagian hidhng, mata, mulut, dan alat kelamin, kulit sensitif dan perih, hingga pengelupasan kulit setelah munculnya ruam. 

Oleh karena itu, penyakit ini membutuhkan perawatan intensif karena dapat berujung pada komplikasi serius bahkan kematian.

Editor : Jauhar Yohanis
#penyakit kulit #Sindrom Steven Johnson #SJS #jokowi #Sindrom Stevens Johnson #alergi kulit