Kebijakan kontroversial yang diterapkan oleh Bupati Pati, Sudewo, memicu gelombang protes besar-besaran pada hari ini, Rabu (13/8). Ribuan warga berunjuk rasa di Kantor Bupati Pati untuk menuntut Sudewo mundur dari jabatannya.
Diketahui, kemarahan warga dipicu oleh kebijakan Sudewo yang menaikkan pajak hingga 250 persen, kebijakan tersebut dinilai memberatkan masyarakat. Lalu siapakah sosok Sudewo dan bagaimana sepak terjangnya? Simak penjelasannya berikut ini.
Pendidikan dan Karier Sudewo
Dilansir dari Jawa Pos, Sudewo bukanlah sosok baru di daerah Pati. Ia merupakan alumni SMA Negeri 1 Pati angkatan 1988, lalu melanjutkan studi di Universitas Sebelas Maret dan lulus pada 1993. Ia kemudian menempuh pendidikan S2 di Universitas Diponegoro dengan latar belakang teknik sipil dan teknik pembangunan.
Kariernya sempat berawal di dunia birokrasi, antara lain di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar, Kantor Wilayah Departemen PU Jawa Timur, hingga menangani proyek jembatan dan jalan di Bali. Setelah itu, Sudewo memilih terjun ke dunia usaha.
Di panggung politik, Sudewo pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrat pada periode 2009–2013. Pada 2019, ia pindah ke Partai Gerindra dan kembali lolos ke Senayan untuk masa jabatan 2019–2024. Puncaknya, ia memenangkan Pilkada Pati dan dilantik sebagai bupati periode 2025–2030.
Namun, belum genap setahun menjabat, kebijakan kenaikan pajak yang ia terbitkan menuai penolakan luas. Warga menilai keputusan itu memberatkan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Aksi protes hari ini melibatkan puluhan ribu orang. Massa tidak hanya memadati Kantor Bupati, tetapi juga memenuhi Alun-Alun Pati. Mereka menyuarakan dua tuntutan utama: pembatalan kenaikan pajak dan pengunduran diri Sudewo. Sejumlah peserta aksi bahkan mengancam akan menduduki alun-alun jika tuntutan mereka diabaikan.
Editor : Jauhar Yohanis