Memed Potensio, sosok yang belakangan viral dengan julukan “Thomas Alva Edi Sound”, akhirnya buka suara soal tren sound horeg yang membuat namanya ramai dibahas.
Dikutip dari tayangan Pagi Pagi Ambyar, pria yang ternyata bernama asli Ahmad Abdul Aziz ini menegaskan bahwa dirinya bukanlah yang pertama kali mempopulerkan sound horeg.
“Saya bukan penemunya. Saya cuma operator, yang nyetel dan ngurusin suaranya,” ujarnya dikutip pada Rabu (13/7).
Ciri khas mata sayu yang kerap jadi sorotan warganet, menurutnya bukan murni akibat begadang. Memed mengaku bentuk matanya memang bawaan lahir, meski terlihat makin lelah karena sering bekerja dari tengah malam hingga subuh untuk karnaval sound horeg.
Julukan “Thomas Alva Edi Sound” sendiri muncul tanpa disengaja. Menurut keterangan Memed, hal tersebut karena teman Memed memiliki kanal konten “Edi Sound Horeg”.
Karena tanda air atau watermark akun itu sering muncul di video, warganet mengira namanya adalah “Edi” dan mengaitkannya dengan nama penemu lampu, yaitu Thomas Alva Edison.
Video dirinya saat mengoperasikan sound horeg bahkan sempat dijadikan parodi oleh klub sepak bola Serie A, Juventus. Lewat akun Instagram resminya, Juventus mengunggah video Khephren Thuram di depan laptop dengan caption “Thuram Alfa Edi Sound”.
Viralnya nama Memed ternyata malah membawa berkah. Ia mengaku jika pengikutnya bertambah, endorse juga berdatangan termasuk produk masker mata.
“Pengikut nambah, endorse masuk, apalagi masker mata. Pas Juventus bikin parodi itu, saya seneng banget,” tuturnya sambil tertawa.
Terjun di dunia sound horeg sejak 2018, Memed biasanya hanya mengisi satu lokasi per hari dengan honor mencapai Rp20–30 juta per acara, tergantung jarak.
Meski sound horeg sempat menuai perdebatan karena volume bisa menembus 100 dBA dan berpotensi merusak pendengaran atau bangunan, Memed mengaku tak khawatir.
“Kuping saya masih aman. Kalau ada rumah rusak, biasanya panitia ganti, meski nggak semua rumah ngalami,” pungkasnya.
Editor : Miko