Sudah Dimulai, Uji Coba Digitalisasi Bansos Pertama di Banyuwangi
Banyuwangi JP Radar Ngnjuk – Pemerintah memulai uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Program ini digadang menjadi pintu masuk menuju tata kelola bansos yang lebih transparan, akurat, dan mudah diakses.
Pendaftaran Mandiri Lewat Aplikasi
Dalam skema uji coba, penerima manfaat dapat mendaftar secara mandiri melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan melakukan verifikasi wajah yang terhubung dengan data Dukcapil.
Bagi warga yang tidak memiliki ponsel, pemerintah menyiapkan petugas khusus untuk membantu proses pengusulan data.
Terintegrasi Lintas Lembaga
Digitalisasi bansos ini didukung integrasi data dari berbagai instansi. Sistem akan menautkan data kependudukan dengan sejumlah basis data, seperti:
-
Pertanahan.
-
Kepemilikan kendaraan bermotor dari kepolisian.
-
Kementerian PANRB untuk keluarga ASN.
-
BPJS Ketenagakerjaan terkait penghasilan.
-
BPJS Kesehatan mengenai riwayat penyakit.
Dengan integrasi tersebut, kondisi sosial ekonomi setiap keluarga dapat terbaca lebih komprehensif. Seleksi penerima bansos diharapkan lebih objektif dan tepat sasaran.
Keunggulan Sistem Digital
Pemerintah menyebut digitalisasi bansos memiliki tiga keunggulan utama:
-
Mudah diakses lewat aplikasi dengan verifikasi biometrik.
-
Seleksi otomatis by system sehingga lebih transparan dan minim kecurangan.
-
Data terpadu lintas lembaga, memastikan distribusi bansos tepat sasaran.
Menuju Penerapan Nasional
Uji coba di Banyuwangi masih sebatas tahap awal. Jika berjalan mulus, pemerintah menargetkan sistem ini diterapkan secara nasional.
Dengan begitu, masyarakat di seluruh Indonesia bisa melakukan pemutakhiran data secara mandiri untuk diverifikasi oleh sistem terpadu.
Editor : Jauhar Yohanis