Kasus Keracunan MBG dan Dapur Fiktif, Pemerintah Janji Evaluasi dan Sanksi Tegas
Jauhar Yohanis• Jumat, 19 September 2025 | 22:35 WIB
Mensesneg Praseyo Hadi
JP Radar Nganjuk – Kasus keracunan penerima bantuan gizi kembali mencuat di sejumlah daerah. Pemerintah pun langsung buka suara dan menyampaikan permintaan maaf.
“Seluruh penerima yang terdampak harus mendapat penanganan secepat mungkin dan sebaik-baiknya. Evaluasi dan perbaikan akan dilakukan agar masalah tidak terulang kembali,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi, Jumat (19/9).
Deretan Kasus Keracunan
Sejumlah kasus tercatat dalam beberapa pekan terakhir.
Tuban – Puluhan warga mengalami mual dan pusing usai mengonsumsi paket makanan bantuan gizi. Mereka harus mendapat perawatan di puskesmas.
Lamongan – Belasan penerima bantuan dilaporkan keracunan dengan gejala serupa. Dinas Kesehatan setempat melakukan uji sampel makanan.
Sidoarjo – Kasus juga muncul dengan gejala ringan hingga sedang. Beberapa penerima manfaat harus dilarikan ke rumah sakit.
Pemerintah menegaskan, kejadian tersebut tidak disengaja. Namun, catatan serius tetap diambil untuk memperbaiki prosedur distribusi bantuan.
Polemik Dapur Fiktif
Tak hanya soal keracunan, polemik ribuan dapur fiktif juga sempat viral di media sosial. Menanggapi hal itu, pemerintah mengaku tengah melakukan pengecekan bersama BGR.
Meski ada usulan agar bantuan gizi dialihkan menjadi uang tunai, pemerintah menilai skema distribusi makanan siap saji masih lebih tepat sasaran. “Skema yang ada tetap berjalan, sembari kami lakukan perbaikan,” ujarnya.
Sanksi Tidak Ganggu Distribusi
Jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur, pemerintah memastikan sanksi akan dijatuhkan. Namun, pemberian sanksi tidak boleh mengganggu kelancaran distribusi bantuan gizi ke masyarakat.
“Fokus utama tetap pada penerima manfaat. Jangan sampai distribusi tersendat karena oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.