Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Gempa M 7,3 Laut Maluku Picu Kerusakan Bangunan, Warga Diminta Waspada Sesar Naik

rekian • Kamis, 2 April 2026 | 13:41 WIB
Lokasi gempa bumi magnitudo 7,6
Lokasi gempa bumi magnitudo 7,6

 

RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo (M) 7,3 yang mengguncang perairan Laut Maluku pada Kamis pagi (2/4) mulai berdampak serius. Laporan terbaru dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengonfirmasi adanya kerusakan bangunan dan jatuhnya korban luka-luka di wilayah terdampak.

Gempa yang terjadi pukul 05.48 WIB tersebut berpusat di koordinat 1,21° LU dan 126,25° BT dengan kedalaman dangkal 18 kilometer. Kekuatannya yang besar memicu rentetan gempa susulan, di antaranya M 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan M 5,2 pada pukul 06.12 WIB.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Malut dan Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Berdasarkan analisis Badan Geologi, guncangan paling kuat dirasakan di Ternate dan Ibu dengan skala V-VI MMI. Sementara di Manado, getaran mencapai skala IV-V MMI yang cukup untuk membuat penduduk berhamburan keluar rumah.

"Gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) yang diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Subduksi Ganda Punggungan Mayu," tulis laporan singkat Badan Geologi yang ditujukan kepada Menteri ESDM hari ini.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,1 Goyang Bumi Maluku Barat Daya, BMKG: Waspada Susulan!

Kondisi geologi di wilayah terdampak yang terdiri dari batuan gunung api dan endapan aluvium lunak disinyalir memperkuat efek guncangan. Hal ini menyebabkan daerah tersebut masuk dalam klasifikasi Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi tingkat rendah hingga tinggi.

Mengingat adanya potensi tsunami dan kerusakan yang sudah mulai terdata, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di Sulawesi Utara dan Maluku Utara:

  1. Tetap Tenang: Warga diminta mengikuti arahan BPBD setempat dan tidak terpancing isu hoaks.

  2. Jauhi Pantai: Tetap menjauhi area pesisir hingga ada pernyataan resmi kondisi aman dari pihak berwenang.

  3. Waspada Longsor: Masyarakat yang berada di dekat tebing diimbau menjauh karena potensi gerakan tanah, terutama jika turun hujan.

  4. Cek Bangunan: Melakukan pemeriksaan mandiri terhadap kondisi konstruksi rumah sebelum kembali masuk ke dalam ruangan.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti bangunan yang rusak dan total korban luka masih dalam pendataan pihak BPBD dan instansi terkait. Pihak berwenang mengingatkan bahwa frekuensi gempa susulan diperkirakan masih akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.


Laporan Aktivitas Gempa (2 April 2026):

Editor : rekian
#badan geologi #KESDM #bmkg #maluku #gempa bumi