NGANJUK, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM— Kelangkaan gas LPG 3 kilogram mulai dikeluhkan oleh pedagang eceran maupun masyarakat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Pasokan gas bersubsidi tersebut dilaporkan tersendat selama beberapa pekan terakhir, hingga memicu kesulitan di tingkat konsumen.
Salah seorang penjual tabung gas eceran di wilayah Kecamatan Ngronggot mengungkapkan bahwa pasokan LPG 'melon' kini tidak selancar biasanya. Ia bahkan harus menunggu hingga hampir satu bulan hanya untuk mendapatkan pengiriman stok.
"Sudah tiga minggu pesannya, ini baru dikirim," ujarnya.
Baca Juga: Tiga Tersangka Pengoplos LPG Dilimpahkan ke Kejaksaan
Kondisi serupa dirasakan oleh para konsumen di area Kecamatan Kota Nganjuk. Sejumlah warga mengaku mulai kesulitan menemukan gas LPG 3 kg di toko-toko eceran terdekat, sehingga terpaksa meluangkan waktu ekstra untuk berburu gas demi kebutuhan harian.
Pemerintah Menyiapkan CNG sebagai Alternatif
Di tengah isu kelangkaan dan dinamika penyaluran gas bersubsidi ini, pemerintah sebenarnya telah mengantisipasi dengan merancang energi alternatif pendamping.
Baca Juga: Bos Pengoplos Elpiji Subsidi di Nganjuk Divonis 11 Bulan Penjara, Dua Karyawan Ikut Dihukum
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga ketahanan energi nasional serta efisiensi anggaran subsidi.