Wujudkan Kondisi Kondusif untuk Warga Binaan
NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Aktivitas warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Nganjuk mendadak diperiksa pada Rabu (16/9) malam. Petugas menggelar razia dan menggeledah lima kamar WBP secara tiba-tiba. Waktu pelaksaan sengaja dipilih malam hari agar tidak mudah diketahui oleh penghuni rutan.
Razia melibatkan sejumlah petugas rutan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sudut kamar hingga barang-barang pribadi milik warga binaan. Langkah ini merupakan bagian dari deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan di dalam rutan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas IIB Nganjuk Hadi Prabowo mengatakan, razia tersebut bagian dari langkah pengamanan untuk memastikan kondidi rutan tetap aman dan tertib. Pemeriksaan dilakukan secara mendadak sehingga WBP tidak mengetahui waktu pelaksanaannya. “Ada lima kamar yang kami razia,” ujar Prabowo.
Sebanyak lima kamar menjadi fokus pemeriksaan dalam razia kali ini. Petugas memeriksa setiap sudut ruangan secara detail, termasuk tempat tidur, lemari, hingga barang-barang kecil yang berpotensi disalahgunakan.
Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang dari lima kamar yang diperiksa. Diantaranya satu baterai jam, empat gulung benang, dua pak kartu remi, tiga bolpoin, tiga sendok stainless, empat botol kaca, satu kaleng besi, satu gelas kaca dan satu papan kayu.
Menurut Prabowo, barang-barang tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian karena berpotensi disalahgunakan oleh warga binaan. Karena itu, pemeriksaan rutin akan terus dilakukan secara berkala maupun insidental. “Tujuannya semata-mata sebagai langkah pengamanan untuk memastikan situasi di rutan tetap aman dan tertib,” paparnya.
Razia yang digelar malam hari tersbeut sekaligus menjadi upaya petugas menjaga agar pola pemeriksaan tidak diketahui oleh WBP. Karena itu petugas memilih waktu yang tidak biasa untuk melakukan pemeriksaan.
Dalam razia kali ini tidak ditemukan telepon seluler maupun narkotika dalam kegiatan tersebut. Pihak rutan memastikan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum guna mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari barang-barang terlarang. (nov/tyo)