Pemkab Nganjuk Ngebut Perbaiki Pasar Baru Sukomoro

Karen Wibi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 15:45 WIB
HARUS CEPAT: Pedagang bawang merah berjualan di Pasar Baru Sukomoro. Pemkab Nganjuk harus ngebut menyelesaikan proyek di pasar Baru Sukomoro karena saat ini menjelang akir tahun 2026. (karen wibi/jprk)
HARUS CEPAT: Pedagang bawang merah berjualan di Pasar Baru Sukomoro. Pemkab Nganjuk harus ngebut menyelesaikan proyek di pasar Baru Sukomoro karena saat ini menjelang akir tahun 2026. (karen wibi/jprk)

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Perbaikan Pasar Sukomoro tinggal menunggu hitungan hari. Kemarin (17/9) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk melakukan pre-construction meeting (PCM) bersama pemenang lelang proyek.

“Hari ini (kemarin, Red) jadwalnya PCM. Setelah itu baru proses pengerjaan fisik,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih kepada wartawan koran ini.

Baca Juga: 6 Motor Bebek Honda Langka, Harga Jualnya Bisa Tinggi di Pasar Kolektor

Handariningsih mengatakan, sebelumnya, Disperindag Kabupaten Nganjuk melakukan lelang untuk proyek perbaikan Pasar Sukomoro.

Hasilnya terdapat puluhan kontraktor yang mengikuti proses lelang. Setelah proses seleksi, CV Gunung Emas dari Kota Probolinggo keluar sebagai pemenang lelang.

Baca Juga: 5 Motor Bebek Bekas Honda yang Masih Dicari, Harga dan Pasarnya Bertahan

Kemarin, bebarengan dengan PCM, CV Gunung Emas melakukan tanda tangan kontrak bersama Disperindag Nganjuk.

Di dalam konrak tersebut, CV Gunung Emas akan mengerjakan proyek perbaikan Pasar Sukomoro dengan anggaran Rp 507 juta. Jumlah tersebut diketahui sama dengan pagu yang ditentukan oleh Disperindag Nganjuk dalam proyek.

Baca Juga: Kontraktor Berebut Proyek Pasar Baru Sukomoro

Setelah tanda tangan kontrak, proses pengerjaan fisik sudah bisa dimulai. Ditargetkan pengerjaan perbaikan Pasar Sukomoro tersebut akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. “Targetnya sekitar minggu ketiga di bulan ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, rencananya anggaran tersebut akan digunakan untuk menambahkan jumlah bidak bagi pedagang bawang merah atau brambang. Selain itu anggaran senilai Rp 507 juta itu juga akan digunakan untuk perbaikan toilet di pasar.

Baca Juga: Pemkab Nganjuk Gerojok Rp 507 Juta untuk Revitaslisasi Pasar Baru Sukomoro

Karena diketahui, hingga saat ini, Pasar Sukomoro tak memiliki toilet. Sehingga, pedagang yang ingin buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) harus mencari toilet di luar pasar.

Dengan perbaikan Pasar Sukomoro, Handariningsih berharap ikon Kabupaten Nganjuk itu dapat lebih tertata dan rapi. Dengan kondisi tersebut, menurut Handariningsih, pasar dapat menarik lebih banyak pedagang dan pembeli.

Baca Juga: Penjual Angkringan Berkonsep Seksi Pilih Area yang Lebih Sepi di Pasar Baru Kertosono

“Kondisi tersebut akan berbanding lurus dengan perolehan PAD Kabupaten Nganjuk,” tandasnya.

Sementara itu, Fatimah, 40, salah satu pedagang di Pasar Sukomoro mengaku senang dengan rencana perbaikan pasar. Terlebih terkait pembangunan toilet di area pasar.

Baca Juga: Menikmati Malam Hari di Angkringan Seksi Pasar Baru Kertosono!

Karena sebelumnya, untuk BAK dan BAB, Fatimah harus pulang ke rumah. “Repot kalau tidak ada toilet,” ujarnya sembari berharap toilet yang dibangun harus memiliki kondisi yang bersih dan wangi.

Editor : rekian
pasar baru sukomoro pedagang bawang merah disperindag Perbaikan Kabupaten Nganjuk