Kemarau Panjang Landa Nganjuk hingga Desember, Utara Mulai Krisis Air Bersih

Karen Wibi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:08 WIB
KEMARAU PANJANG: Tanaman di Gunung Wilis mulai mengering kemarin. Wilayah Nganjuk utara krisis air bersih. (karen wibi/jprk).
KEMARAU PANJANG: Tanaman di Gunung Wilis mulai mengering kemarin. Wilayah Nganjuk utara krisis air bersih. (karen wibi/jprk).

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kabupaten Nganjuk kini harus berstatus siaga dalam menghadapi puncak musim kemarau panjang tahun ini.

Dampak cuaca ekstrem mulai terasa signifikan di dua kutub wilayah berbeda, yakni meluasnya krisis air bersih di kawasan utara dan mengeringnya lanskap Gunung Wilis di kawasan selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menjelaskan bahwa fenomena kemarau tahun ini membawa potensi bencana beruntun.

"Dampak terbesarnya adalah kekeringan esktrem yang berujung pada krisis air bersih untuk warga," ujar Sutomo.

Ratusan KK di Nganjuk Utara Alami Krisis Air

Hingga saat ini, bencana kekeringan telah melanda sejumlah desa di wilayah utara Nganjuk, meliputi Kecamatan Lengkong, Jatikalen, hingga Ngluyu.

Menurut pantauan BPBD, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena terdapat ratusan kepala keluarga (KK) yang kini mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sutomo memprediksi, jumlah warga yang terdampak krisis air bersih ini akan terus bertambah seiring belum adanya tanda-tanda turun hujan dalam waktu dekat.

Gunung Wilis Mengering, Rawan Kebakaran Hutan

Selain menyiksa warga di wilayah utara, kemarau juga mengancam kelestarian alam di lereng Gunung Wilis. Tanaman-tanaman di kawasan pegunungan tersebut dilaporkan terus mengering, bahkan sebagian mati karena tak tersentuh hujan sejak Juli lalu.

Kondisi vegetasi yang mengering total ini ibarat tumpukan bahan bakar yang sangat rawan tersulut api.

Tercatat, selama dua bulan terakhir Gunung Wilis telah dilanda dua kali kebakaran hutan. Insiden pertama terjadi di sisi Kecamatan Ngetos, menyusul kemudian di sisi Kecamatan Sawahan.

"Masyarakat lokal, petani hutan, hingga para pendaki kami imbau secara tegas untuk tidak beraktivitas dengan melibatkan api di kawasan Wilis," tambah Sutomo memperingatkan.

Prediksi BMKG: Hujan Baru Merata Awal Desember

Kegentingan ini diperparah oleh prakiraan cuaca yang menunjukkan bahwa musim kemarau di Kabupaten Nganjuk akan berlangsung lebih lama dari siklus normal.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa hujan diprediksi baru akan turun pada akhir November.

"Itu pun (akhir November) sifatnya parsial, hanya terjadi di beberapa kecamatan. Sedangkan untuk seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk diprediksi baru akan merasakan hujan merata pada awal Desember," jelas Iwan.

Menyadari kemarau tahun ini jauh lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya, Iwan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk menyiagakan langkah mitigasi.

"Dipastikan kekeringan hingga krisis air bersih akan terus meluas. Namun, kami tentu berharap agar Kabupaten Nganjuk dijauhkan dari bencana susulan," tandasnya.

(wib/tyo)

Editor : Miko
kebakaran Gunung Wilis krisis air bersih nganjuk kemarau panjang nganjuk bmkg nganjuk bpbd nganjuk