DINO apes memang benar tidak ada di kalender. Itulah yang dialami oleh Boscu asal Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk. Burung perkutut kesayangannya hilang! Yang ada di sangkar justru ular. Biyuh-Biyuh.
Boscu ini adalah pecinta burung. Dia gemar memelihara burung sejak lama. Koleksi burungnya mencapai puluhan. Lebih spesialnya lagi, burung yang dikoleksi tidak ada yang harganya murah. Harganya mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Salah satu koleksi yang paling spesial adalah burung perkutut bernama Rambo. Mengapa spesial? Burung itu sudah menang di banyak kontes bergengsi. Dulu Boscu membeli burung itu dengan harga Rp 1 juta. Bahkan kalau saat ini burungnya dijual, harganya pasti lebih dari Rp 2 juta.
Rambo sudah disayang selayaknya anaknya sendiri. Hampir setiap pagi Boscu memandikan Rambo. Setelah mandi, Boscu akan memberi makan Rambo. “Rambo ini spesial, jadi perlakuannya tidak boleh main-main,” ujarnya.
Hingga tiba di hari apes Boscu. Saat malam hari, Boscu lupa memasukkan burung perkutut. Sangkar tempat tinggal Rambo masih tergantung di pohon mangga.
Pagi harinya, Boscu teringat Rambo belum dimasukkan rumah. Saat dicek, sangkar Rambo masih berada di pohon mangga. Utuh tidak dicuri. Namun anehnya, tidak ada Rambo yang biasanya manggung.
Curiga mulai muncul. Boscu langsung bergegas mengecek sangkar itu. Lalu betapa kaget Boscu saat burung miliknya tidak ada. Lebih mengagetkannya lagi, Rambo berubah menjadi ular! Ular kayu itu tampak tidak bisa keluar dari sangkar. Penyebabnya adalah perut ular itu yang terlalu besar.
Hati Boscu langsung makdeggg. Jangan-jangan burungnya sudah dimakan ular itu. Boscu yang tampak lemas langsung menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk. Dia meminta untuk memeriksa perut ular itu. Apakah di perutnya ada Rambo atau tidak.
Petugas melakukan evakuasi. Hasilnya tentu sudah diduga. Rambo benar-benar ada di perut ular itu. Kaku sudah tidak bernyawa. Tidak lagi bisa manggung seperti biasanya.
Boscu yang lemas semakin lemas. Bagaimana mungkin Rambo yang biasanya merajai perlombaan justru kalah dengan ular. Duhhh…uang Rp 2 juta akhirnya melayang. Biyuh-Biyuh. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk