NGANJUK, JP Radar Nganjuk - AKSI pencurian yang dilakukan oleh Boscu bisa saja sukses. Itu jika dirinya tidak terlalu rakus. Namun kenyataannya, Boscu sangatlah rakus.
Setelah sempat kabur, Boscu kembali ke rumah yang baru saja dibobolnya. Di saat yang bersamaan, si pemilik rumah telah berada di lokasi.
Kejadian itu terjadi di Kecamatan Berbek beberapa minggu lalu. Saat itu, Boscu sedang butuh uang. Sebagai jalan pintas, Boscu ingin melakukan pencurian. Caranya adalah dengan membobol rumah.
Setelah melakukan survei, Boscu menemukan satu rumah incaran. Aksi pencurian itu dilakukan saat subuh.
Karena seperti biasanya, saat subuh, si pemilik rumah sering melakukan salat berjamaah di masjid terdekat.
Subuh pun tiba. Boscu memulai aksi pencuriannya. Caranya adalah dengan membobol pintu rumah. Semuanya berjalan lancar. Hingga Boscu tiba di kamar korban.
Setelah melakukan penggeledahan, Boscu menemukan uang Rp 2 juta. Tentu uang itu langsung dibawa kabur. Boscu selamat.
Namun di perjalanan, Boscu memiliki pikiran yang malah membuatnya apes. Dia berpikir, mungkin di rumah itu masih ada barang yang bisa dibawa. Entah itu handphone atau barang lainnya. Dia lalu berniat untuk kembali ke rumah.
Dia masuk dari pintu yang sama. Hingga dia kembali menggeledah ruangan lain. Namun tak disangka, si pemilik rumah telah merampungkan sholat subuh berjamaah. Saat dia masuk rumah, Boscu masih ada di kamar.
Ndelalah…si pemilik rumah bertemu dengan Boscu. Pertemuan itu terjadi di salah satu ruangan. Sontak si pemilik rumah berteriak meminta tolong.
Karena masih pagi, suara teriakan itu terdengar kencang. Tak ayal warga langsung berdatangan ke rumah.
Boscu sudah terkepung. Dirinya tidak bisa melarikan diri. Sejurus kemudian, setelah dihadiahi bogem mentah, Boscu diseret ke kantor polisi.
Kini dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Kalau ngerti gitu saya tidak akan kembali. Jadi, langsung kabur,” sesal Boscu. (wib)
Editor : Elna Malika