NGANJUK JP Radar Nganjuk - PAGI itu pegawai di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk terlihat kaget.
Saat mendengar keluhan warga yang disampaikan di telepon. Karena pelapor yang bernama Boscu ini ketakutan.
Petugas menduga Boscu menghadapi bahaya. Mungkin ada ular berbisa, buaya, atau mengalami musibah kebakaran.
Apalagi, suara Boscu terbata-bata. Dia meminta petugas damkarmat segera datang ke rumahnya di Kecamatan Nganjuk. “Segera datang ke rumah saya,” ujar Boscu sambil menggigil.
Dalam hitungan menit, petugas sudah di lokasi. Namun bukan kebakaran yang membuat pria di dalam telefon itu ketakutan.
Lalu apa? “Di rumah saya ada tokek. Saya takut,” jawab Boscu dengan gemetar.
Tak disangka, hal yang membuat Boscu ketakutan adalah tokek. Namun Boscu tak mau mengaku jika dirinya ketakutan.
Alibinya dia hanya merasa geli. Terlebih tokek tersebut memiliki ukuran yang lumayan besar. Panjang kepala hingga ujung ekor mencapai sekitar 20 sentimeter (cm). “Tokek itu tiba-tiba ada di rumah,” tambahnya.
Mulanya Boscu ingin mengusir tokek itu seorang diri. Namun dia terlalu takut. Pikirnya, bagaimana nanti jika tokek tersebut menggigit jarinya.
Apalagi, menurut legenda, gigitan tokek itu sangat kuat. Baru bisa terlepas ketika ada petir yang menyambar. Biyuh-Biyuh.
Namun Boscu tak kehabisan akal. Setelah berkonsultasi ke seorang teman, dia diminta untuk menghubungi petugas damkarmat.
Karena apapun masalahnya, petugas damkarmat tetap akan melakukan pertolongan. Selain itu petugas damkarmat juga gercep.
Baru saja dipanggil mereka sudah tiba di lokasi. Alhasil evakuasi dapat langsung dilakukan.
Evakuasi juga berjalan lancar. Tokek yang bagi Boscu terlihat seram tak berarti bagi petugas. Hanya berbekal tongkat sepanjang dua meter saja tokek tersebut dapat ditangkap.
Tanpa ada perlawan. Juga tanpa ada jari yang tergigit. Benar-benar aman. “Alhamdulillah tokeknya akhirnya bisa dievakuasi oleh petugas,” pungkasnya. (wib/tyo)
Editor : Elna Malika