ADA-ada saja yang dilakukan oleh Boscu asal Kecamatan Nganjuk ini. Dia mengaku memiliki kenalan seorang pejabat. Tujuannya adalah untuk melakukan pemerasan. Hasilnya bukan uang yang didapat. Melainkan masuk hotel prodeo.
Kejadiannya beberapa minggu lalu. Kala itu Boscu sedang tidak punya uang. Karena terhimpit kebutuhan rumah tangga, dia lalu memiliki sebuah ide. Bagaimana kalau dirinya menjadi seorang preman. Tugasnya memeras orang-orang di jalan.
Namun bukan sembarang preman. “Saya ngakunya punya kenalan seorang pejabat,” ujarnya.
Hanya bermodalkan kalimat “Saya anak buahnya pejabat itu,” orang-orang langsung ketakutan. Dengan hitungan menit saja Boscu langsung dapat uang yang diminta. Dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Namun apa yang dilakukan oleh Boscu tidak bertahan lama. Karena dia salah memilih mangsa. Bagaimana ceritanya?
Jadi sore itu, Boscu bertemu dengan seseorang. Dalam kesempatan itu, Boscu kembali melakukan pemalakan.
Tapi korbannya bukan orang sembarangan. Dia juga memiliki kenalan seorang pejabat. Dekat dengan orang yang disebut oleh Boscu di tiap kegiatan pemerasannya. Tibalah di inti pembicaraan.
Boscu minta uang ke orang tersebut. Dengan dalih untuk biaya keamanan. Uang itu nanti akan disetorkan ke seorang pejabat.
Namun bukan uang yang diterima Boscu. Karena orang tersebut juga melakukan perlawanan. Menyebut nama seseorang yang juga seorang pejabat.
Mendengar itu, Boscu tentu langsung keringat dingin. Pikirnya bagaimana mungkin orang biasa seperti itu memiliki kenalan seorang pejabat. “Pikir saya orang itu cuma orang biasa,” tambahnya.
Mendengar itu Boscu langsung ciut. Dia memilih untuk kabur dengan selamat. Namun tidak bagi orang yang baru saja diperas. Dia tetap melawan. Mencari Boscu dengan bertanya ke pejabat yang bersangkutan. Hasilnya? Tentu pejabat itu tidak mengenal Boscu. Hlawong cuma pura-pura.
Hal itu akhirnya jadi petaka bagi Boscu. Dia dilaporkan ke polisi. Hasilnya benar, Boscu bersalah. Dia kini harus berurusan dengan pihak kepolisian atas aksi pemerasan dan tipu-tipunya. Saat ini, dia jadi mumet di hotel prodeo. (wib/tyo)
Editor : Elna Malika