JP Radar Nganjuk - TINDAKAN yang dilakukan oleh Boscu ini terbilang nekat. Dia membawa kabur sepeda motor pacarnya.
Padahal, mereka baru saja berpacaran dalam hitungan hari. Beruntung aksi Boscu ini terendus pihak kepolisian.
Kejadian nahas yang dialami Mbak Sri ini terjadi beberapa hari lalu. Setelah perkenalan singkat dengan Boscu, mereka berdua lalu bertemu.
Pertemuan dua sejoli itu terjadi di sebuah warung yang berada di Kecamatan Nganjuk.
Tak ada yang aneh pada pertemuan Boscu dan Mbak Sri. Sepertinya, keduanya cocok. Perbincangan pun semakin cair. Hingga mereka berpacaran.
Setelah resmi berpacaran, Boscu meminta tolong untuk diantar ke ATM. Tapi karena tak membawa kendaraan, Boscu meminta tolong Mbak Sri mengantarnya dengan mengendarai motor korban.
Mbak Sri mulanya ragu. Terlebih keduanya baru bertemu malam itu. Namun Boscu tak kehilangan akal. Untuk membujuk Mbak Sri, Boscu memberi iming-iming.
Yaitu berupa uang Rp 1,3 juta. Kebetulan, Boscu mengaku hendak mengambil uang Rp 3,8 juta. Boscu hanya butuh Rp 2,5 juta.
Sedangkan, sisanya akan diberikan kepada Mbak Sri secara cuma-cuma. “Setelah sempat menolak, akhirnya dia mau,” ujar Boscu.
Setelah deal, keduanya lalu berangkat dengan menggunakan sepeda motor milik Mbak Sri. Boscu kebagian tugas yang membonceng.
Namun ternyata, bukan ATM di Kecamatan Nganjuk yang dituju. Melainkan ATM di Kecamatan Loceret. Alibinya semua ATM di Nganjuk sedang error.
Mbak Sri yang mendengar alasan Boscu itu percaya begitu saja. Sehingga, keduanya menuju ke Loceret.
Baca Juga: Tokek Bikin Boscu Menggigil
Namun setibanya di Desa Gejagan, Boscu bilang kalau ada masalah pada sepeda motor Honda Vario milik Mbak Sri. Untuk memastikannya, Mbak Sri diminta untuk mengecek.
Untuk mengecek, otomatis Mbak Sri harus turun. Namun baru saja turun, sepeda motor itu langsung digas.
Boscu melarikan diri. Hla Mbak Sri? “Dia saya tinggal di lokasi,” jawab Boscu.
Karena sakit hati, Mbak Sri langsung melapor ke polisi. Beruntung ada rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Ditambah polisi sudah mengantongi ciri-ciri Boscu yang ternyata rumahnya di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang itu.
Dalam hitungan hari Boscu berhasil ditangkap. Usut punya usut, Mbak Sri bukan satu-satunya korban.
Melainkan ada korban lain. Semua korbannya itu berhasil tertipu dengan modus yang sama. Biyuh-Biyuh…(wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira