Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

'Pupuk' Beracun di Jalan Bikin Boscu Panik

Karen Wibi • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16:58 WIB

biyuh-biyuh
biyuh-biyuh

BOSCU sempat berpikir ketiban rezeki. Itu setelah petani asal Desa Pule, Kecamatan Jatikalen menemukan puluhan karung di area persawahan. Pikirnya barang-barang tak bertuan itu adalah pupuk yang terjatuh dari mobil. Tak disangka puluhan sak tersebut ternyata adalah sebuah limbah berbahaya dan beracun (B3).

Kejadian itu terjadi pada minggu lalu. Saat sore hari, seperti biasanya, Boscu berangkat ke area persawahan. Saat itu waktunya dia mengecek kondisi pengairan di sawah padi miliknya.

Hingga di tengah perjalanan Boscu menemukan puluhan benda asing. Pikirnya puluhan sak itu adalah pupuk.

Namun bagaimana mungkin ada puluhan sak pupuk yang diletakkan begitu saja di tepi jalan. “Saya bingung, padahal kemarin tidak ada. Kok tiba-tiba sore ini ada puluhan sak pupuk,” ujarnya.

Boscu sempat ragu untuk mengambilnya. Terlebih dirinya tak tahu siapa pemilik barang-barang tersebut. Alhasil Boscu memilih untuk cuek dan melanjutkan perjalanan ke sawah.

Namun Boscu masih gelisah. Pikirnya pasti puluhan sak pupuk itu tidak ada pemiliknya. Hlawong sengaja diletakkan di tepi jalan. “Pasti tidak apa-apa kalau ambil satu,” imbuhnya.

Keragu-raguan Boscu itu lalu dipatahkan oleh temannya. Teman Boscu mengatakan jika puluhan sak di tepi jalan itu memang pupuk. Dan memang, oleh si pemilik, pupuk itu boleh diambil orang warga sekitar.

Mendapat lampu hijau, Boscu langsung tancap gas. Dia kembali ke tempat tersebut. Tujuannya tentu untuk mengambil pupuk sebanyak-banyaknya. Kan lumayan, Boscu bisa hemat hingga ratusan ribu.

Boscu tiba di lokasi, dia langsung mengambil dua sak karung. Karung-karung itu diletakkan di sepeda motornya. Namun saat bergegas meninggalkan lokasi, ada Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro yang datang.

Boscu merasa santai. Namun sebelum meninggalkan lokasi, Boscu dicegat. Barang yang dibawa oleh Boscu langsung diperiksa oleh wabup. Tentu Boscu langsung deg-degan.

Namun wabup tidak ingin menangkap Boscu. Melainkan ingin mengambil barang yang mau dibawa oleh Boscu. Karena memang benda tersebut bukanlah pupuk. Melainkan limbah. Ya, limbah. Bukan limbah biasa. Melainkan limbah B3. Limbah tersebut sangat berbahaya jika terkena kulit manusia. “Oalah…ternyata limbah. Untung belum tak kasih ke tanaman,” jawab Boscu dengan polos. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#pupuk #nganjuk #limbah #B3