Jangan mengutamakan gengsi! Gara-gara ingin dianggap memiliki sepeda motor, Boscu harus masuk penjara. Pria asal Kecamatan Sukomoro itu mencuri sepeda motor. Ironisnya, motor curian itu dikendarai untuk jalan-jalan. Biyuh-Biyuh. Peristiwa itu terjadi beberapa minggu lalu. Saat itu, Boscu memiliki keinginan mengendarai sepeda motor. Karena tak punya uang dan pekerjaan, dia berencana membobol salah satu rumah di Kecamatan Sukomoro.
Targetnya adalah rumah yang sedang ditinggal oleh pemiliknya. Setelah mencari-cari, Boscu menemukan target. Kebetulan, dari informasi yang didapat Boscu, rumah incarannya itu sedang kosong. Pemilik rumah sedang opname di rumah sakit untuk berobat. “Rumah kosong pasti gampang dibobol,” ujar Boscu.
Operasi pembobolan rumah berjalan lancar. Boscu bisa membobol rumah tersebut seorang diri. Caranya? Boscu lewat atap. Awalnya, Boscu memindahkan beberapa genteng rumah. Setelah lubang dirasa pas, Boscu langsung masuk. Plafon yang menjadi penghalang pun juga ikut dijebol. Boscu masuk ke rumah tanpa ketahuan.
Dengan leluasa Boscu berhasil mencari barang-barang berharga. Salah satunya adalah handphone yang disimpan di dalam kamar. Namun dua handphone yang didapat Boscu tidak membuatnya puas.
Kebetulan, saat itu, ada sepeda motor matic yang terparkir di dalam rumah. Kesempatan itu tidak ingin disia-siakan oleh Boscu. Dengan sat-set Boscu ikut mengambil sepeda motor yang kuncinya masih tertancap tersebut. “Saya berhasil kabur tanpa ketahuan,” tambahnya.
Keteledoran Boscu dimulai. Bukan langsung menjual sepeda motor hasil curian, Boscu malah mengendarai sepeda motor curian untuk pamer. Beruntung, saat berkeliling di Kecamatan Sukomoro, Boscu bertemu dengan si pemilik rumah.
Si pemilik rumah langsung membuntuti. Boscu dihentikan di tengah-tengah jalan. Saat ditanya, dengan enteng Boscu menjawab jika dirinya baru saja membeli sepeda motor itu dari grup jual beli di Facebook.
Tentu si pemilik motor tidak percaya. Sebagai bukti, Boscu diminta untuk menunjukkan bukti chat dengan si penjual. Namun Boscu tidak mampu menunjukkannya.
Si pemilik asli tentu geram. Tanpa basa-basi Boscu langsung dihantam dengan bogem mentah. Sejurus kemudian warga mngeroyok Boscu. Beruntung, nyawa Boscu tidak melayang. Dia digelandang ke kantor polisi. Kini Boscu harus mendekam di balik jeruji besi. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi