Apes menimpa Boscu. Pria yang bekerja sebagai sopir truk itu terjebak di dalam sebuah gang. Perkaranya sangat sepele. Boscu mengantuk saat sedang mengemudikan truk. Bukan memilih tidur, Boscu malah nekat melanjutkan perjalanan.
Kejadian itu terjadi akhir pekan lalu. Saat itu Boscu baru saja melakukan perjalanan dari Kabupaten Jombang. Dengan tujuannya adalah sebuah pabrik yang ada di Kecamatan Baron. “Saya habis ngantar barang. Sekarang waktunya mengembalikan truk,” ujarnya.
Boscu sudah bertahun-tahun menjadi sopir. Perjalanan Jombang ke Kecamatan Baron sudah dilakukannya ratusan kali. Namun malam itu rasanya berbeda. Seakan-akan Boscu lupa setiap jalan yang harus dilalui.
Dia merasa ada gangguan makhluk halus. Namun, Boscu tidak memilih untuk beristirahat. Dia tetap melanjutkan perjalanan.
Toh tempat yang dituju tinggal beberapa kilometer saja. Alhasil Boscu tetap melanjutkan perjalanan. Tibalah di tikungan yang berada di Kecamatan Baron. Menurut Boscu, jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilaluinya. Alhasil dia tidak ragu untuk berbelok. “Ternyata jalannya salah. Bukan yang itu,” tambahnya.
Namun karena sudah mengantuk, Boscu tidak menghiraukannya. Dirinya tetap nekat untuk melanjutkan perjalanan. Pikirnya pasti jalan sempit tersebut aman. Setelah beberapa meter, Boscu dihentikan oleh beberapa warga. Mereka mengingatkan jika jalan yang akan dilalui oleh Boscu sangat sempit. Tidak mungkin jalan tersebut bisa dilalui oleh truk. “Mungkin saya diganggu demit,” ujarnya.
Boscu tentu tidak menghiraukan perkataan dari warga. Sebaliknya Boscu tetap melanjutkan perjalanan. Hingga beberapa meter kemudian, Boscu tidak sengaja menabrak pagar rumah warga.
Hal itu membuatnya panik. Boscu langsung tancap gas. Namun hal itu malah membawa petaka. Laju truk Boscu semakin tidak terkendali. Hingga akhirnya truk Boscu terperosok ke saluran air. “Pikir saya jalannya tidak sesempit itu,” tandasnya.
Kejadian itu tentu menarik perhatian warga. Boscu kena semprot oleh beberapa warga yang sudah mengingkatkan. Namun bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Truk milik Boscu sudah terlanjur terperosok. Proses evakuasipun memerlukan waktu hingga berjam-jam. (wib/tyo)
Editor : Miko