Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kemeriahan Ogoh-Ogoh di Kota Angin Peringati Hari Nyepi Umat Hindu

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 12 Maret 2024 | 19:54 WIB
Photo
Photo

Desa Bajulan, Kecamatan Loceret mendadak ramai kemarin. Warga memadati jalan di monumen Panglima Jenderal Soedirman. Mereka antusias menyaksikan dua ogoh-ogoh yang diarak dari Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis menuju ke monumen Panglima Jenderal Soedirman.
Banyaknya warga yang datang karena kegiatan tersebut sudah lama ditunggu. Seperti yang diungkapkan Mahmudin, 33, warga Desa Jetis, Pace, sejak ada Covid-19 tidak ada kegiatan mengarak ogoh-ogoh. “Padahal kegiatan ini seru,” ujarnya mengajak anaknya yang masih belia. Dia semangat datang ke lokasi ogoh-ogoh sekaligus momong anaknya.
Upacara Tawur Kesange itu dimulai sekitar pukul 14.00. Setelah semua kegiatan di pura selesai setengah jam kemudian, para pemuda Hindu mulai mengarak ogoh-ogoh tersebut ke Monumen Jendral Sudirman.
Pawai tersebut berlangsung hingga pukul 16.30. Yang hadir bukan hanya Umat Hindu saja tapi juga banyak dari umat agama lain. Bahkan puluhan pedagang asongan membuka lapak di sepanjang jalan di Desa Bajulan, Loceret.
Pemangku Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis Jro Mangku Dampri mengaku bahagia menyambut Nyepi tahun ini. Bertema keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam lingkungannya, tahun ini perayaan Nyepi bisa berbarengan dengan bulan Ramadan.
Perayaan Nyepi dengan Ramadan pernah terjadi puluhan tahun lalu. “Ini suatu kesamaan yang luar biasa. Di Hindu, puasanya dalam satu hari tapi kalau saudara kami Umat Muslim melakukan puasa selama satu bulan,” ujar Dampri.
Kegiatan rutin Nyepi ini diakhiri dengan membakar energi negatif dari dalam diri manusia melalui ogoh-ogoh. Energi negatif dari dalam diri manusia itu diibaratkan dengan bentuk ogoh-ogoh bermuka buruk. “Seperti perumpamaan energi-energi negatif dalam diri individu yang terkumpul, dihilangkan dalam kegiatan pembakaran tadi (kemarin, Red),” ujarnya.
Ia mengatakan pembakaran ogoh-ogoh ini bisa menetralkan kekuatan buruk dan energi negatif dari mahluk jahat lainnya. Dampri mengatakan, hal ini dilakukan untuk menyambut Hari Raya Nyepi dalam keadaan bersih lahir dan batin.
Pantauan koran ini, ada ratusan umat Hindu Kota Angin yang ikut kegiatan pawai ogoh-ogoh di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Hanya ada dua ogoh-ogoh yang dibawa ada dua.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk