NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Mardiono adalah seniman multitalenta. Dia sudah jatuh cinta dengan dunia seni sejak kecil. Yang menarik, dia juga menggeluti berbagai seni. Mulai dari seni lukis, pahat dan ukir. “Saya juga bikin wayang kayu dan patung dari batu,” ungkap Nono.
Banyaknya seni yang digeluti karena dia sangat cinta seni. Istimewanya, dia tidak kuliah seni. Namun, dia belajar secara otodidak. Yaitu, melihat seniman berkarya dari Sabang-Merauke saat masih remaja. “Umur 17 sudah mulai merantau. Belajar ke orang-orang di seluruh Indonesia,” ujar Nono.
Lelaki yang lahir dan besar di Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk itu bercerita, dia berkeliling Indonesia hanya untuk menimba ilmu seni dan sejarah wayang. Mulai ke barat, yaitu ke Jogja, Bandung, Jakarta, lalu ke utara ke Pulau Kalimantan, ke timur hingga ke Bali.
Makanya setelah pulang ke Kota Angin lebih dari 30 tahun yang lalu, Nono langsung menuangkan segala ilmu dan juga pengetahuan yang dia dapatkan ke dalam bentuk apapun. Patung batu, lukisan, hingga yang paling baru mulai membuat wayang kayu. “Kalau membuat wayang kayu, itu sekitar 5-6 tahunan yang lalu,” ujarnya.
Baca Juga: Mardiono, Seniman Nganjuk yang Karyanya Berhasil Pikat Presiden Susilo Bambang Yudiono
Meski begitu, Nono mengatakan, penjualan wayang yang terbuat dari kayu itu juga sudah sampai ke luar pulau Jawa. Di dalam rumahnya, juga ada beberapa wayang yang terbuat dari kayu. “Semuanya saya jual,” ujarnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk