NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Hari ini 25 September 2024 umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan. Galungan dirayakan setiap 210 hari menurut kalender Bali dan selalu jatuh pada hari Rabu. Momen berharga ini diyakini para leluhur datang ke dunia untuk berkumpul dengan keluarga.
Di Bali, salah satu tradisi yang paling menonjol dalam perayaan Galungan adalah penjor, yaitu bambu yang dihias dengan ornamen-ornamen khas. Penjor berfungsi tidak hanya sebagai hiasan jalan, tetapi juga sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada para leluhur. Di samping itu, umat Hindu melaksanakan upacara di pura dengan mempersembahkan sesajen yang terdiri dari berbagai buah, kue, dan makanan tradisional Bali. Momen ini juga menjadi kesempatan yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan berbagi kebahagiaan.
Hidangan khas Galungan memiliki daya tarik tersendiri. Dalam perayaan ini, beberapa makanan yang tidak boleh terlewatkan adalah bebek betutu yang dibumbui dengan rempah-rempah dan dimasak dengan cara tradisional, serta rendang daging yang kaya rasa. Selain itu, nasi kuning yang dimasak dengan kunyit memberikan sentuhan warna cerah dan cita rasa yang menggugah selera. Hidangan-hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga melambangkan kebersamaan dan kekayaan budaya Bali.
Di balik kemeriahan tersebut, Galungan juga mengajak umat Hindu untuk merenungkan diri dan melakukan perbaikan. Ini merupakan momen yang tepat untuk mengevaluasi tindakan serta berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik. Sebagai simbol kemenangan, Galungan mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai kebaikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya tradisi yang kaya dan makna yang mendalam, Galungan menjadi waktu yang penuh harapan dan refleksi. Selamat merayakan Hari Raya Galungan, semoga perayaan ini membawa inspirasi dan kebahagiaan bagi seluruh umat Hindu di Indonesia!
Editor : Redaksi Radar Nganjuk