Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (55) Pisang Muncul setelah Indonesia Merdeka

Redaksi Radar Nganjuk • Kamis, 5 Desember 2024 | 16:30 WIB

 

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Desa Pisang di Kecamatan Patianrowo merupakan desa dengan nama unik. Banyak yang menebak jika di desa itu banyak pohon pisang. Tebakan tersebut ternyata tepat. Karena sejak ratusan tahun lalu, Desa Pisang memiliki pohon pisang.

Desa Pisang adalah salah satu desa di Kecamatan Patianrowo. Desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kertosono itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan namanya. Yaitu desa yang identik dengan pisang.

Kepala Desa Pisang Sunari mengatakan, kalau banyak pohon pisang yang ditemukan di Desa Pisang. Bahkan hal itu sudah terjadi sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu.  “Di desa ini sudah banyak pohon pisang sejak zaman dahulu,” ujarnya kepada wartawan koran ni.

Sunari menceritakan, zaman dahulu, ada seseorang dari Kerajaan Mataram yang kabur ke wilayah Kabupaten Nganjuk. Orang yang dikenal dengan nama Mbah Anteng itu akhirnya menetap di Desa Pisang. Saat pertama kali tiba, Mbah Anteng banyak menemukan pohon pisang di desa. Berawal dari situ, Mbah Anteng lalu memberi nama wilayah tersebut dengan nama Desa Gedang.

Memang nama Desa Pisang belum muncul pada zaman itu. Namun setelah Indonesia merdeka, perubahan nama desa mulai dilakukan. Dari yang semula Desa Gedang menjadi Desa Pisang. “Zaman dulu itu pakai bahasa Jawa, jadinya Desa Gedang. Karena Indonesia merdeka, namanya diganti dengan Desa Pisang,” tambahnya.

Meski sudah puluhan bahkan ratusan tahun berlalu, pohon pisang masih sangat terlihat di desa tersebut. Salah satu buktinya ribuan pohon pisang tumbuh subur di pekarangan warga di sana. Bahkan uniknya, banyak tanaman pisang tersebut yang letaknya di halaman depan milik warga.

Pisang-pisang tersebut mayoritas dikonsumsi sendiri. Namun selain itu, ada beberapa warga yang memang menanam pisang untuk dijual. Jenisnya sangat bervariasi. Mulai dari pisang raja, susu, hingga cavendish. (wib/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk