Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (80) Harus ada Wayang Kulit saat Nyadran di Werungotok

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 28 Januari 2025 | 17:02 WIB

 

Photo
Photo

Setiap desa di Kota Angin tak hanya memiliki nama yang unik. Melainkan juga memiliki cara dan khas masing-masing dalam merayakan bersih desa. Masyarakat biasa menyebutnya nyadran. Seperti di Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk.

Di Kelurahan Werungotok jika nyadran harus ada pagelaran wayang kulit. Menurut Lurah Werungotok Yudi Santoso, nyadran di Kelurahan Werungotok digelar di setiap lingkungan. Di Werungotok ada lima lingkungan, yakni Babadan, Jombok, Kates, Weru dan Ngotok.
“Di Babadan dan Weru itu hiburannya wayang kulit, kemudian di Ngotok dan Kates itu tayub,” tutur Yudi.

Namun, sebelum digelar hiburan. Terlebih dahulu warga mengadakan serangkaian acara nyadran yang lain. Seperti tahlilan, pengajian hingga berdoa bersama di tempat pemakaman umum. Pelaksanaannya pun juga berbeda tiap lingkungan. Misalnya, di Ngotok selalu digelar seusai panen pertama yakni di bulan April. Lalu pelaksanaannya juga pada hari Jumat Legi.

“Kemudian di Babadan itu antara Juni atau Juli. Sedangkan di Weru itu digelar pada bulan September. Sehingga bersih desa tidak digelar secara bersamaan,” terang pria lulusan ITS itu.

Selain itu, nyadran juga digelar di rumah warga secara bergantian setiap tahunnya. Itu juga berdasarkan kesepakatan semua warga. Karena dahulu nyadran hanya digelar di rumah pamong atau perangkat desa. Bahkan, anggarannya juga berasal dari swadaya masyarakat Werungotok sendiri. Hal itu dilakukan untuk melestarikan adat dan budaya nyadran. “Tentunya untuk melestarikan adat dan budaya dan kami semua terhindar dari celaka. Sehingga untuk tolak balaknya itu dilakukan selamatan atau bersih desa,” ujar Yudi. (ica/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk